Prabowo Klaim Angka Kemiskinan dan Pengangguran Turun ke Level Terendah
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Rab, 5 Nov 2025
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto menggelar sidang kabinet paripurna dalam memperingati perjalanan satu tahun pemerintahannya bersama Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming dan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, pada Senin (20/10/2025)
JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mencapai level terendah dalam sejarah Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Dalam pidatonya, Presiden ke-8 RI itu menyebut bahwa angka kemiskinan nasional kini berada di 8,47 persen, sementara TPT turun menjadi 4,67 persen level terendah sejak krisis ekonomi 1998.
“Kita bersyukur angka kemiskinan turun ke 8,47%. Ini angka terendah sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujar Prabowo dalam pidatonya di depan jajaran menteri dan kepala lembaga negara.
“TPT juga turun ke 4,67%. Ini merupakan capaian terendah sejak krisis 1998. Namun kita tidak boleh puas, karena 4,67 persen dari 287 juta penduduk masih angka yang cukup besar,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menekan angka pengangguran dengan memperluas lapangan kerja dan memperkuat program pelatihan vokasi bagi masyarakat. Menurutnya, tantangan dunia kerja kini semakin kompleks akibat perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan otomasi industri yang dapat menggeser sejumlah jenis pekerjaan.
“Perkembangan teknologi begitu pesat. Kita menghadapi disrupsi di sektor industri dan produksi. Negara seperti Jerman kini banyak menggunakan robot di pabrik otomotif, dari ribuan pekerja menjadi hanya puluhan,” jelasnya.
Presiden menekankan pentingnya investasi besar di bidang riset, pendidikan, dan inovasi teknologi agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global. Ia menyebut bahwa perubahan struktur lapangan kerja harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM).
“Munculnya AI dan robotik harus kita sikapi dengan memperkuat riset dan pendidikan teknologi. Kita butuh lebih banyak pekerja di bidang riset, pengembangan, dan inovasi,” kata Prabowo.
Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memperkuat program bantuan sosial, pangan bergizi gratis (MBG), dan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebagai strategi menekan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2026.
Kepala Negara menegaskan, capaian satu tahun pemerintahannya merupakan hasil kerja kolektif seluruh kementerian dan lembaga yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif dan pemerataan kesejahteraan rakyat.
“Kita tidak boleh puas dengan angka-angka ini. Masih banyak saudara-saudara kita yang perlu pekerjaan layak dan kehidupan yang lebih baik. Pemerintah harus terus bekerja keras,” tegas Prabowo.
Dengan pencapaian ini, Indonesia menunjukkan tren positif dalam pemulihan ekonomi nasional pascapandemi, sekaligus memperlihatkan komitmen kuat pemerintah dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: darmanto zebua

Saat ini belum ada komentar