Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Dekati Rp18 Ribu

Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Dekati Rp18 Ribu

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month 17 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah belum juga mampu keluar dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS). Memasuki perdagangan Selasa (22/9/2026), mata uang Indonesia kembali melemah dan kian mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Mengutip Antara, rupiah kini berada di posisi Rp17.879 per dolar AS. Rupiah melemah 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.847 per dolar AS.

Tekanan tersebut melanjutkan pelemahan rupiah pada perdagangan Senin (21/9/2026). Saat itu, rupiah ditutup melemah 89 poin atau 0,50 persen ke level Rp17.847 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.758 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau relatif stagnan di level 100,425. Meski tidak mengalami penguatan signifikan, posisi dolar yang tetap tinggi membuat ruang gerak rupiah masih terbatas.

Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan dipengaruhi sentimen dari dalam dan luar negeri. Di pasar domestik, perhatian tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dimulai hari ini dan berlangsung hingga Rabu (23/9/2026).

Keputusan suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan diumumkan besok. Pengumuman tersebut akan menjadi yang pertama bagi Destry Damayanti sejak dilantik sebagai Gubernur BI definitif pada 2 September.

Berdasarkan konsensus pasar, BI diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Suku bunga deposit facility dan lending facility juga diperkirakan tetap, masing-masing sebesar 4,75% dan 6,5%.

Pada RDG Agustus, BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Destry, yang saat itu masih menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI, menyebut keputusan tersebut sejalan dengan upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak global, menjaga inflasi dalam sasaran 2,5±1%, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dari eksternal, dolar AS masih mendapat dukungan setelah The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga dan memberi sinyal peluang pengetatan lanjutan.

Menurut CME FedWatch, pasar memperhitungkan peluang sekitar 55% bahwa The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Oktober, naik dari sekitar 43% sepekan sebelumnya.(*)

 

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekiro Mechanic Competition 2026 Raih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia

    Tekiro Mechanic Competition 2026 Raih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekiro Mechanic Competition 2026 meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai kompetisi keterampilan teknik otomotif dengan peserta sekolah menengah kejuruan (SMK) terbanyak. Ajang yang diselenggarakan oleh PT Altama Surya Anugerah selaku pemegang merek Tekiro ini telah berlangsung sejak 2022. Kompetisi menyasar siswa dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Bisnis Sepeda Motor. […]

  • ISPA Jambi Hari Ini Naik 15 Persen, 1.955 Kasus Tercatat di Tengah Kabut Asap

    ISPA Jambi Hari Ini Naik 15 Persen, 1.955 Kasus Tercatat di Tengah Kabut Asap

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Jambi meningkat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data terbaru Dinas Kesehatan Kota Jambi yang dilaporkan pada 24 Agustus 2026 mencatat 1.955 kasus ISPA dalam sepekan. Angka itu naik sekitar 15 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat 1.715 […]

  • Pengamat: Penurunan Pengangguran Awal 2026 Jadi Sinyal Positif, Risiko Inflasi Tetap Harus Diwaspadai

    Pengamat: Penurunan Pengangguran Awal 2026 Jadi Sinyal Positif, Risiko Inflasi Tetap Harus Diwaspadai

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren penurunan angka pengangguran di Indonesia pada awal 2026 mendapat apresiasi dari pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi. Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai potensi meningkatnya inflasi di tengah membaiknya kondisi pasar tenaga kerja. Berdasarkan data terbaru, jumlah pengangguran di Indonesia turun dari 7,46 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 7,24 juta orang […]

  • Rupiah Bangkit, Menguat ke Level Rp16.563 per Dolar AS

    Rupiah Bangkit, Menguat ke Level Rp16.563 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah akhirnya menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (14/10/2025). Rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.563 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.573 per dolar AS. Penguatan itu seiring dengan sentimen pasar sedikit membaik berkat harapan negosiasi dagang lanjutan antara AS dan China. Di Asia, mayoritas mata […]

  • Harga Sembako di Kota Jambi Hari Ini Turun Tipis, Ayam Naik dan Cabe Stabil

    Harga Sembako di Kota Jambi Hari Ini Turun Tipis, Ayam Naik dan Cabe Stabil

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –Harga kebutuhan pokok atau sembako di beberapa pasar tradisional di Kota Jambi, seperti Pasar Rakyat Talang Banjar, Pasar Angso Duo, Kasang, dan Aur Duri, pada Kamis (13/11/2025) terpantau stabil. Namun, terdapat sedikit kenaikan harga ayam broiler, serta penurunan pada cabai rawit hijau di beberapa titik. Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota […]

  • ISPU Kota Jambi Tembus 204 Hari Ini, Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat akibat Kabut Asap

    ISPU Kota Jambi Tembus 204 Hari Ini, Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat akibat Kabut Asap

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kualitas udara Kota Jambi memburuk pada Senin (24/8/2026). Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Pemantauan Jambi Paal Lima mencapai 204 pada pukul 07.00 WIB, sehingga masuk kategori sangat tidak sehat. Data pemantauan menunjukkan PM2.5 menjadi parameter pencemar utama dengan konsentrasi 204 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, PM10 tercatat 104, SO₂ sebesar […]

expand_less