Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kopdes Merah Putih Incar Bisnis Sawit, CELIOS Peringatkan Risiko Kerugian Besar

Kopdes Merah Putih Incar Bisnis Sawit, CELIOS Peringatkan Risiko Kerugian Besar

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) untuk merambah bisnis perkebunan kelapa sawit menimbulkan kekhawatiran dari kalangan ekonom. Langkah ekspansi ke industri sawit dinilai berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan kerugian besar jika dilakukan tanpa kesiapan yang matang.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai bahwa setiap entitas bisnis, termasuk koperasi, harus menyesuaikan diri dengan kapasitas manajerial dan kompetensi inti yang dimilikinya. Menurutnya, memaksakan Kopdes untuk masuk ke sektor sawit tanpa pengalaman dan sumber daya memadai akan berakhir tidak efisien.

“Ketika entitas bisnis dipaksakan masuk ke industri tertentu tanpa ada persiapan yang matang, hasilnya justru akan menimbulkan kerugian,” ujar Nailul Huda kepada Kontan.co.id, Minggu (26/10/2025).

Huda menyoroti bahwa bisnis perkebunan sawit memiliki biaya operasional tinggi yang perlu dikelola secara profesional. Jika Kopdes tidak memiliki kemampuan teknis, tata kelola, serta akses pasar yang kuat, maka pengeluaran tersebut justru akan menjadi beban keuangan yang signifikan.

Selain itu, keberlanjutan usaha sawit Kopdes juga sangat bergantung pada ketersediaan off-taker, yaitu pembeli hasil panen yang mampu menyerap produksi secara rutin. Tanpa kepastian pasar, koperasi bisa menghadapi kesulitan arus kas bahkan gagal bayar kredit yang digunakan untuk modal usaha.

“Kesiapan pasar harus dipastikan terlebih dahulu. Jangan sampai setelah panen, hasilnya tidak terserap karena belum ada pembeli yang jelas,” kata Huda.

CELIOS juga menyoroti potensi praktik rent-seeking atau perburuan rente dalam proyek ini. Huda menduga, ada risiko bahwa Kopdes Merah Putih hanya dijadikan stempel legalitas bagi korporasi besar untuk tetap menguasai lahan sawit secara tidak langsung.

“Saya khawatir, Koperasi Merah Putih hanya menjadi kedok. Secara formal mereka mengelola lahan, tapi praktiknya tetap dikendalikan oleh perusahaan besar,” tegasnya.

Menurutnya, hal itu justru mengaburkan tujuan utama pembentukan koperasi, yaitu memberdayakan masyarakat desa dan mengembalikan fungsi lahan sesuai peruntukannya. Huda menegaskan, lahan yang sebelumnya diambil dari kawasan hutan seharusnya dikembalikan dulu ke fungsi aslinya sebelum digunakan kembali untuk kegiatan ekonomi baru.

“Kalau tujuannya untuk pemberdayaan desa, seharusnya ada tahapan persiapan, pendampingan, dan pemetaan kompetensi. Jangan langsung lompat ke industri yang padat modal dan risiko tinggi seperti sawit,” ujarnya.

Peringatan dari CELIOS ini muncul seiring dengan kebijakan pemerintah yang mendorong Kopdes Merah Putih memperluas peran ekonomi desa, termasuk membuka akses ke pembiayaan dari bank-bank Himbara. Namun, tanpa tata kelola yang kuat dan sistem pengawasan yang jelas, program tersebut bisa berbalik menjadi beban fiskal dan meningkatkan risiko kredit macet.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • FIFA Resmi Luncurkan FIFA ASEAN Cup, Turnamen Khusus untuk Asia Tenggara

    FIFA Resmi Luncurkan FIFA ASEAN Cup, Turnamen Khusus untuk Asia Tenggara

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden FIFA Gianni Infantino resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup, turnamen sepak bola baru yang akan menjadi ajang khusus bagi negara-negara Asia Tenggara. Peluncuran dilakukan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10). Acara peluncuran ini berlangsung setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gianni Infantino dan Sekretaris Jenderal ASEAN […]

  • Harga Minyak Dunia Menguat, Per Barel Brent US,26 dan WTI US,67

    Harga Minyak Dunia Menguat, Per Barel Brent US$63,26 dan WTI US$59,67

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia menguat pada penutupan perdagangan Kamis (5/12/2025) waktu AS, didorong ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga acuannya. Sementara itu, mandeknya pembicaraan damai Ukraina turut menahan harapan pemulihan aliran minyak Rusia ke pasar global. Brent ditutup naik 59 sen atau 0,94% menjadi US$ 63,26 per barel. Adapun West […]

  • Limbah Kopi hingga Daun Nanas Jambi Tembus Pasar Global

    Limbah Kopi hingga Daun Nanas Jambi Tembus Pasar Global

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Limbah pertanian yang selama ini dipandang tak bernilai di Provinsi Jambi kini justru menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar global. Kulit kopi, daun nanas, hingga sabut kelapa berhasil diolah menjadi produk premium yang diminati pasar internasional. Di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, kulit kopi atau cascara yang sebelumnya terbuang kini diolah menjadi minuman […]

  • DPR Dukung Kenaikan Gaji Hakim 280 Persen, Minta Reformasi dan Pengawasan Ketat

    DPR Dukung Kenaikan Gaji Hakim 280 Persen, Minta Reformasi dan Pengawasan Ketat

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menaikkan gaji hakim hingga 280 persen merupakan langkah bersejarah dalam memperkuat fondasi keadilan nasional. Namun, ia menegaskan kebijakan ini harus diiringi dengan reformasi sistem dan pengawasan ketat agar benar-benar meningkatkan integritas peradilan. “Langkah Presiden Prabowo patut diapresiasi karena menunjukkan keberpihakan terhadap […]

  • Harga Cabai Turun, Ayam Broiler Naik di Pasar Talang Banjar Jambi per 15 Januari 2026

    Harga Cabai Turun, Ayam Broiler Naik di Pasar Talang Banjar Jambi per 15 Januari 2026

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, menunjukkan pergerakan yang beragam pada Kamis (15/1/2026). Penurunan harga paling mencolok terjadi pada kelompok cabai, sementara sebagian besar komoditas lainnya terpantau stabil. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai merah besar turun 12 persen menjadi Rp 22.000 per kilogram. […]

  • Sinyal Waspada! Ketidakpastian Kebijakan Disebut Tekan Rupiah

    Sinyal Waspada! Ketidakpastian Kebijakan Disebut Tekan Rupiah

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat pagi (22/5/2026) kembali bergerak di zona merah. Mata uang Garuda tercatat melemah 10 poin atau sekitar 0,06 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan tersebut membuat rupiah berada di level Rp17.677 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.667 per dolar AS. […]

expand_less