Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Polemik Desil Makin Ramai, BPS Didesak Jelaskan Data Penentu Bansos

Polemik Desil Makin Ramai, BPS Didesak Jelaskan Data Penentu Bansos

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Polemik data desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) belum mereda. Badan Pusat Statistik (BPS) didesak memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai sumber data dan metode yang digunakan untuk menentukan peringkat ekonomi warga.

Desakan itu salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. Ia meminta BPS segera memperbaiki data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebagian masyarakat.

Menurut Lalu, transparansi penting karena data desil berkaitan dengan akses masyarakat terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk bantuan sosial. Kesalahan klasifikasi berpotensi membuat warga yang seharusnya menerima bantuan justru tersisih.

“BPS juga harus menjelaskan kepada masyarakat sumber data yang digunakan di dalam menentukan desil,” kata Lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Ia juga meminta perbaikan data dilakukan dengan cepat. BPS didorong menyelesaikan pembaruan maksimal dua pekan setelah masyarakat menyampaikan sanggahan melalui kanal yang telah disediakan.

Polemik tersebut turut mendapat perhatian Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Ia mengatakan pemerintah terus memantau keluhan warga terkait peringkat desil yang dianggap tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.

Gus Ipul mengakui masih ditemukan persoalan dalam penetapan peringkat tersebut. Karena itu, ia menyatakan akan meminta BPS memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Desil merupakan salah satu bagian penting dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data tersebut digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran berbagai kebijakan dan bantuan.

Persoalan muncul ketika peringkat yang tercantum dalam data dinilai tidak sesuai dengan kondisi faktual warga. Kasus warga yang dianggap berada pada kelompok ekonomi tinggi meski kondisi kehidupannya sederhana ikut memperbesar sorotan publik.

Karena itu, perbaikan data tidak hanya menyangkut angka dalam sistem. Akurasi desil berkaitan langsung dengan ketepatan sasaran kebijakan pemerintah.

BPS kini dituntut memastikan mekanisme pemutakhiran dan sanggah dapat berjalan transparan, sekaligus menjelaskan kepada publik bagaimana kondisi ekonomi seseorang diterjemahkan menjadi peringkat desil.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Megawati Sambangi KBRI Abu Dhabi, Soroti Pelayanan

    Megawati Sambangi KBRI Abu Dhabi, Soroti Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengunjungi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi, Senin (2/2/2026) waktu setempat. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Megawati selama berada di UEA. Megawati yang didampingi putranya, Muhammad Prananda Prabowo, disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk UEA, Judha […]

  • Menkeu Purbaya: Rasio Utang Indonesia 40,46% Masih Aman, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%

    Menkeu Purbaya: Rasio Utang Indonesia 40,46% Masih Aman, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rasio utang pemerintah Indonesia masih berada pada level yang aman meski mencapai 40,46 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2025. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, total utang pemerintah tercatat sebesar Rp 9.637,9 triliun atau setara 40,46 persen terhadap PDB. Menurut Purbaya, angka tersebut masih […]

  • Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Mulai Tanam Perdana Sawit Program PSR

    Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Mulai Tanam Perdana Sawit Program PSR

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 terus menunjukkan komitmen dalam mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Implementasi program ini kini memasuki tahap penting dengan dilakukannya penanaman perdana kelapa sawit hasil PSR bersama Gapoktan Jaya Makmur. Penanaman perdana bibit kelapa sawit tersebut dilakukan […]

  • BRI Tembus Jajaran Bank Terbesar Dunia, Bertengger di Peringkat 132 Global

    BRI Tembus Jajaran Bank Terbesar Dunia, Bertengger di Peringkat 132 Global

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Raihan kinerja positif yang ditorehkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mendapatkan pengakuan di kancah internasional. Dalam pemeringkatan Top 1000 World Banks 2026 yang diterbitkan oleh The Banker, BRI menduduki peringkat ke-132 secara global. Capaian tersebut menempatkan BRI di antara bank-bank terbesar dunia seperti ICBC, Bank of China, JPMorgan, Bank […]

  • PMI Manufaktur Indonesia Melambat ke 50,1 pada Maret 2026, Tertekan Ekspor dan Biaya Produksi

    PMI Manufaktur Indonesia Melambat ke 50,1 pada Maret 2026, Tertekan Ekspor dan Biaya Produksi

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    Kinerja sektor industri nasional menunjukkan perlambatan setelah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 50,1 pada Maret 2026, dari sebelumnya 53,8 pada Februari. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, menilai penurunan ini menjadi sinyal meningkatnya tekanan pada sektor manufaktur, meskipun masih berada di zona ekspansi. “Ini bukan sinyal […]

  • Juda Agung Dilantik Wamenkeu, Kekayaannya Rp56 Miliar

    Juda Agung Dilantik Wamenkeu, Kekayaannya Rp56 Miliar

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang baru, menggantikan Thomas Djiwandono, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026). Sebelumnya, Juda menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) per 10 Maret 2025, total kekayaan Juda Agung tercatat Rp56,08 miliar. Rinciannya: Tanah dan Bangunan: […]

expand_less