Rupiah Makin Perkasa! Ditutup Tembus Rp17.839 per Dolar AS
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 46 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah ditutup kembali menguat pada Jumat siang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali menunjukkan ketangguhannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia menutup perdagangan Jumat (14/8/2026) dengan penguatan yang cukup signifikan, semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot Exchange, rupiah menguat 38 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.839 per dolar AS.
Penguatan tersebut melanjutkan tren positif sejak pembukaan perdagangan. Pada Jumat pagi, rupiah dibuka menguat 4 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp17.873 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.877 per dolar AS.
Pergerakan rupiah yang semakin menguat menjadi perhatian pasar. Terlebih, penguatan terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 pada Jumat (14//8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2026 mampu mencapai 6 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang dipatok sebesar 5,4 persen pada akhir tahun ini.
Prabowo menilai target tersebut bukan sesuatu yang mustahil selama pemerintah menjalankan kebijakan yang tepat dan rasional.
“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin, pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” ujar Prabowo.
Optimisme tersebut diperkuat dengan catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester pertama 2026.
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen.
Menurut dia, capaian tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
“Ekonomi kita pada kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen dan pada semester I-2026 tumbuh 5,45 persen. Ini adalah pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini,” paparnya.
Tak hanya pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi juga menunjukkan capaian yang cukup besar.
Pada semester I 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp1.010 triliun. Investasi tersebut disebut telah menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Sementara itu, sepanjang 2025, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.931 triliun.
Meski investasi dan pertumbuhan ekonomi terus didorong, Prabowo menegaskan bahwa kedua indikator tersebut bukanlah tujuan akhir pembangunan.
Menurutnya, seluruh kebijakan ekonomi pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Namun saya tegaskan, di hadapan majelis ini, bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,” tegas Prabowo.
Penguatan rupiah hingga Rp17.839 per dolar AS pada Jumat menjadi salah satu perkembangan yang menarik perhatian pasar di tengah optimisme pemerintah terhadap prospek ekonomi nasional.
Kini, pasar akan mencermati apakah tren penguatan rupiah mampu berlanjut pada perdagangan berikutnya atau kembali menghadapi tekanan dari dinamika dolar AS dan sentimen global.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
