14 Ribu UMKM Tumbuh di Batang Hari, Pasar Bisnis B2B Makin Terbuka
- account_circle say say
- calendar_month 6 menit yang lalu
- print Cetak

Foto Ilustrasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai membentuk pasar baru di luar transaksi langsung dengan konsumen. Bertambahnya jumlah pelaku usaha ikut menciptakan kebutuhan terhadap jasa business-to-business (B2B), mulai dari kemasan, pemasaran digital hingga layanan teknologi.
Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Batang Hari mencatat jumlah UMKM pada 2026 mencapai sekitar 14.000 unit, naik sekitar 8 persen dari sekitar 13.000 unit pada 2025. Mayoritas pertumbuhan berasal dari sektor makanan, minuman, kuliner dan rumah makan.
Data BPS Provinsi Jambi juga menunjukkan besarnya peran UMKM dalam aktivitas ekonomi daerah. Pada 2024, UMKM di Batang Hari tercatat menyerap 24.946 tenaga kerja, dengan nilai aset sekitar Rp163,78 miliar dan omzet sekitar Rp610,04 miliar. Angka tersebut memperlihatkan bahwa UMKM bukan sekadar aktivitas ekonomi rumah tangga, tetapi telah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah.
Momentum tersebut berlangsung ketika ekonomi Batang Hari masih tumbuh. BPS mencatat ekonomi Batang Hari pada triwulan I 2026 tumbuh 4,52 persen secara tahunan. Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi Sementara itu, Bank Indonesia mencatat ekonomi Provinsi Jambi tumbuh 4,15 persen pada triwulan II 2026. Pada periode yang sama, kredit sektor perdagangan tumbuh 14,36 persen, sedangkan kredit industri meningkat 19,44 persen.
Pertumbuhan tersebut membuka ruang bagi bisnis pendukung. Pelaku UMKM membutuhkan desain merek, kemasan, foto produk, percetakan, pembukuan, aplikasi kasir, jasa pengelolaan media sosial, iklan digital, logistik hingga layanan pembayaran.
Digitalisasi juga semakin relevan. Bank Indonesia mencatat hingga Juni 2026, 96,68 persen dari 44,86 juta merchant QRIS secara nasional merupakan UMKM. Ini menunjukkan transformasi pembayaran digital semakin dekat dengan aktivitas usaha skala kecil.
Data Sistem Informasi Geografis DPMPTSP Batang Hari menunjukkan potensi UMKM tersebar di sedikitnya delapan kecamatan, yakni Muara Bulian, Bajubang, Batin XXIV, Maro Sebo Ilir, Maro Sebo Ulu, Mersam, Muara Tembesi dan Pemayung.
Untuk kawasan perkotaan, Muara Bulian menjadi salah satu titik penting. Basis data DPMPTSP mencatat berbagai usaha kuliner dan makanan berada di Rengas Condong, Sridadi, Rambahan, Aro dan kawasan Jalan Jenderal Sudirman. SIG DPMPTSP BATANG HARI
Sementara itu, pemerintah daerah menyebut Aek Meliuk, kawasan Alun-alun Muara Bulian dan pusat oleh-oleh sebagai lokasi yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk membuka usaha, khususnya kuliner.
Di tingkat kecamatan, aktivitas ekonomi juga mulai diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga April 2026, dua gerai telah selesai dibangun di Desa Kilangan, Kecamatan Bajubang, dan Jembatan Emas, Kecamatan Pemayung.
- Penulis: say say
