Kawasan Wisata Batang Hari Mulai Dibangun, Peluang Ekonomi UMKM Makin Terbuka
- account_circle say say
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Pusat Oleh Oleh di Batanghari.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perkembangan kawasan wisata di Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai diarahkan untuk menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat. Pemerintah daerah tidak hanya mengembangkan destinasi, tetapi juga menyiapkan fasilitas yang dapat memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Salah satu proyek yang tengah direalisasikan adalah Gedung Pusat Oleh-Oleh di kawasan wisata Aek Tumpah, Kecamatan Muara Bulian. Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengalokasikan sekitar Rp2,3 miliar dari APBD 2026 untuk pembangunan fasilitas tersebut. Gedung ini dirancang sebagai etalase produk unggulan UMKM sekaligus fasilitas pendukung pariwisata. Pengerjaannya memiliki masa pelaksanaan 150 hari kalender.
Pengembangan tersebut berlangsung ketika aktivitas ekonomi Batang Hari masih menunjukkan pertumbuhan. BPS mencatat ekonomi Batang Hari pada triwulan I 2026 tumbuh 4,52 persen secara tahunan, dengan PDRB atas dasar harga konstan mencapai sekitar Rp3,81 triliun.
Di tingkat Provinsi Jambi, Bank Indonesia mencatat ekonomi Jambi tumbuh 4,15 persen pada triwulan II 2026. Pada triwulan I, pertumbuhan ekonomi Jambi mencapai 4,33 persen dan salah satu lapangan usaha yang mengalami akselerasi adalah penyediaan akomodasi dan makan minum. Kredit sektor perdagangan juga tumbuh 11,40 persen pada triwulan I 2026.
Potensi pergerakan wisatawan juga menjadi pasar penting. Data BPS menunjukkan perjalanan wisatawan nusantara asal Batang Hari mencapai 84.374 perjalanan pada Desember 2025, meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Batang Hari juga memiliki 7 akomodasi nonbintang dengan 110 kamar berdasarkan data 2025 yang diperbarui BPS pada 2026.
Selain Aek Tumpah, titik aktivitas ekonomi wisata juga berkembang di Aek Meliuk atau Taman Bebek, Kecamatan Muara Bulian. Pada Juli 2026, Pemkab Batang Hari menggelar nonton bareng Piala Dunia di kawasan tersebut dan melibatkan sentra UMKM. Pemerintah menyebut Aek Meliuk telah memiliki sentra UMKM yang tertata dan rutin menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Kawasan Alun-alun Muara Bulian juga menjadi ruang publik yang ramai dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan berbagai aktivitas. Pengembangan kawasan-kawasan tersebut menunjukkan bahwa nilai ekonomi sebuah lokasi tidak hanya ditentukan oleh bangunan, tetapi juga oleh arus manusia yang datang dan beraktivitas di dalamnya.
Bagi pelaku usaha, perkembangan ini membuka peluang pada kuliner, oleh-oleh, fesyen, jasa kreatif, transportasi, penginapan hingga layanan digital UMKM. Dengan jumlah penduduk Batang Hari yang diproyeksikan mencapai 323,9 ribu jiwa pada 2026, pasar lokal sekaligus mobilitas pengunjung menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.
Karena itu, pengusaha perlu membaca arah perkembangan kawasan sebelum menentukan lokasi usaha. Ketika pemerintah membangun fasilitas dan mendatangkan aktivitas, yang sebenarnya sedang dibangun bukan hanya tempat, tetapi potensi pasar baru.
- Penulis: say say
