Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Harga Minyak dan Batu Bara Menguat di Tengah Pelemahan CPO dan Timah

Harga Minyak dan Batu Bara Menguat di Tengah Pelemahan CPO dan Timah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga berbagai komoditas dunia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (29/10/2025) waktu setempat. Penguatan tercatat pada komoditas energi seperti minyak mentah dan batu bara, sementara Crude Palm Oil (CPO) dan timah justru melemah di tengah tekanan pasar global. Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar komoditas yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), serta perubahan pola permintaan energi dan logam industri di Asia.

Harga minyak mentah dunia naik tipis setelah data menunjukkan penurunan signifikan pada persediaan minyak dan bahan bakar AS pekan lalu. Kondisi ini menandakan adanya peningkatan permintaan di pasar energi terbesar dunia tersebut.

Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Desember naik 0,8% menjadi USD 64,92 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,6% ke posisi USD 60,48 per barel.

Kenaikan ini juga didukung oleh sinyal positif dari Presiden AS Donald Trump yang menyatakan optimisme terhadap pembicaraan perdagangan mendatang dengan Presiden China, yang diharapkan dapat meredakan tensi geopolitik dan memperbaiki prospek permintaan minyak global.

Analis energi dari London Energy Watch, Daniel Burke, menyebutkan bahwa kombinasi penurunan stok dan potensi pemulihan hubungan dagang antara AS dan China memberikan dorongan psikologis pada pasar minyak.

“Data stok yang rendah menandakan konsumsi meningkat, sementara sentimen positif dari AS dan China membantu mengangkat harga,” jelas Burke.

Harga batu bara juga mencatat penguatan seiring meningkatnya permintaan dari negara-negara Asia menjelang musim dingin. Berdasarkan data bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak pengiriman November 2025 naik 0,60% menjadi USD 109,9 per ton.

Permintaan dari India dan Tiongkok yang kembali meningkat untuk keperluan listrik turut menopang harga, meskipun tren jangka panjang menunjukkan pergeseran menuju energi terbarukan.

“Kenaikan harga batu bara kali ini bersifat musiman, terutama karena kebutuhan energi untuk pemanas rumah tangga di Asia Timur,” ujar analis komoditas PT Trimegah Futures, Reza Priyanto.

Berbeda dengan minyak dan batu bara, harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) justru melemah. Berdasarkan data TradingEconomics, harga CPO turun 1,46% menjadi MYR 4.252 per ton pada perdagangan Rabu (29/10/2025).

Pelemahan ini dipicu oleh menurunnya permintaan ekspor dari India dan China, dua negara importir terbesar minyak sawit dunia, serta penguatan nilai ringgit terhadap dolar AS yang membuat harga CPO menjadi kurang kompetitif di pasar global.

Selain itu, produksi CPO dari Malaysia dan Indonesia dua produsen terbesar dunia  menunjukkan tren peningkatan, sehingga menambah tekanan pada harga.

“Fundamental pasokan saat ini cukup tinggi. Meski permintaan domestik Indonesia meningkat karena kebijakan biodiesel, ekspor global masih belum stabil,” kata analis pertanian Farah Wibisono.

Harga nikel di bursa London Metal Exchange (LME) naik 0,46% menjadi USD 15.366 per ton. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi peningkatan permintaan bahan baku baterai kendaraan listrik di Tiongkok dan Eropa.

Namun, timah justru mengalami penurunan harga sebesar 0,49% ke level USD 36.184 per ton di LME. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya pasokan global dan perlambatan permintaan sektor elektronik, yang menjadi konsumen utama logam tersebut.

Secara keseluruhan, para analis memperkirakan pasar komoditas global akan tetap bergerak fluktuatif hingga akhir tahun. Sentimen utama masih datang dari arah kebijakan The Fed, tensi geopolitik Timur Tengah, serta kebijakan ekspor-impor Tiongkok yang memengaruhi rantai pasok global.

“Investor masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Komoditas energi cenderung diuntungkan, sedangkan komoditas pertanian dan logam masih menghadapi tekanan,” ujar ekonom senior Muhammad Hanif dari CORE Indonesia.

Dengan dinamika ini, harga minyak dan batu bara diperkirakan masih berpotensi menguat dalam jangka pendek, sementara CPO dan timah perlu dukungan permintaan baru agar kembali pulih.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Fakta 4 Anggota TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    6 Fakta 4 Anggota TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Empat anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Penetapan ini diumumkan oleh Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Yusri Nuryanto, dalam konferensi pers di Mabes TNI. Keempat tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES kini telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih […]

  • Operasional KA Pandalungan Jember–Jakarta Kembali Normal, Berangkat Tepat Waktu Setelah Tertunda 10 Jam

    Operasional KA Pandalungan Jember–Jakarta Kembali Normal, Berangkat Tepat Waktu Setelah Tertunda 10 Jam

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah sempat mengalami keterlambatan panjang akibat anjloknya KA Purwojaya di Bekasi, operasional Kereta Api (KA) Pandalungan relasi Jember–Jakarta (Gambir) kini kembali berjalan normal. KA tersebut berangkat tepat waktu dari Stasiun Jember pada Senin (27/10/2025) pukul 16.00 WIB, sesuai jadwal dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang berlaku. Manajer Hukum dan Humas PT KAI […]

  • TP PKK Tanjab Barat Dorong UMKM Lewat Pelatihan Kletek Udang

    TP PKK Tanjab Barat Dorong UMKM Lewat Pelatihan Kletek Udang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Jambi, terus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pelatihan inovasi olahan kletek udang, kuliner khas daerah yang memiliki potensi menjadi produk unggulan. Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung […]

  • 6,67 Persen Penduduk Jambi Masih Miskin, Ini Peta Kemiskinan Tiap Daerah

    6,67 Persen Penduduk Jambi Masih Miskin, Ini Peta Kemiskinan Tiap Daerah

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persentase penduduk miskin di Provinsi Jambi kembali menurun pada Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Jambi sebesar 6,67 persen, turun 0,52 poin persentase dibandingkan Maret 2025 dan 0,22 poin dibandingkan September 2025. Jumlah penduduk miskin juga turun menjadi 253,73 ribu orang, berkurang 17,2 ribu orang dalam setahun. Namun, perbaikan tersebut […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Hari Ini Stabil

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Hari Ini Stabil

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Selasa, 27 Januari 2026, terpantau relatif stabil. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga, terutama pada kelompok cabai. Kenaikan harga tercatat pada cabai merah besar yang naik 8,33 persen menjadi Rp24.000 per kilogram. Sementara itu, cabai […]

  • Badan Bank Tanah dan Desa Kutuh Kembangkan Kawasan Pariwisata Berbasis UMKM di Bali

    Badan Bank Tanah dan Desa Kutuh Kembangkan Kawasan Pariwisata Berbasis UMKM di Bali

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Bank Tanah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali, untuk mengembangkan kawasan penunjang pariwisata berbasis UMKM lokal. Kerja sama ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Tanah seluas 5.000 meter persegi yang berada di bawah Hak Pengelolaan (HPL) Badan Bank Tanah. Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala […]

expand_less