Jambi Cultural Fest 2026 Resmi Dibuka, Sajikan Karya Kolaboratif 6 Koreografer Hebat Se-Indonesia
- account_circle Fitri Amalia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Seni budaya bergengsi, Jambi Cultural Fest (JCF) 2026, resmi dibuka pada Kamis (16/7/2026) malam
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perhelatan seni budaya bergengsi, Jambi Cultural Fest (JCF) 2026, resmi dibuka pada Kamis (16/7/2026) malam. Festival yang berlangsung hingga 19 Juli 2026 ini menjadi panggung kolaborasi epik bagi seniman lintas pulau di Indonesia.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Jambi, Ibnu Rosadi, serta dihadiri oleh para budayawan, seniman, dan ratusan penikmat seni.
Tahun ini, JCF membuat gebrakan baru dengan membuka jalur seleksi terbuka (open call) berskala nasional. Dari total hampir 40 konsep pertunjukan yang masuk ke meja panitia, terpilih 6 koreografer terbaik dari berbagai daerah di Indonesia setelah melalui proses kurasi yang sangat ketat.
Berikut adalah enam koreografer terpilih yang akan menyajikan karya terbaik mereka:
1. Dhika (Jambi)
2. Fahrul (Kalimantan Barat)
3. Ai / Fachry (Papua)
4. Emma Ralda / Shafira (Bangka Belitung)
5. Jali (Mentawai)
6. Oka (Bali
Komitmen Taman Budaya Jambi: Ruang Kolaborasi dan Manajemen Talenta
Kepala Taman Budaya Jambi, Sri Purnama Syah, menegaskan bahwa JCF 2026 merupakan bukti nyata bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memfasilitasi dan bermitra dengan komunitas, seniman, pekerja seni, maupun organisasi independen.
“Kami memberikan ruang kepada komunitas yang mampu. Di sini kita buktikan bahwa pangan budaya itu bermitra dengan komunitas dan seniman. Siapa pun yang menawarkan konsep layak, kami fasilitasi,” ujar Sri Purnama Syah.
Sri menambahkan bahwa proses seleksi tidak dilakukan secara subjektif oleh pihak Taman Budaya Jambi, melainkan melibatkan kurator dan dramatur profesional. Dari 40 konsep yang masuk, terpilih 6 karya terbaik yang juga mendapatkan proses mentoring intensif.
“Ini adalah bentuk implementasi dari tugas Kementerian kepada kami mengenai manajemen talenta. Kami ingin membantu tunas-tunas baru agar tumbuh lebih baik, dan mereka yang sudah tumbuh menjadi lebih mekar dan qualified,” tambahnya.
Gebrakan Berskala Nasional dan Dukungan Media Global
Direktur JCF 2026, Ical Lago, mengungkapkan rasa haru dan bangganya karena mimpi menyelenggarakan festival berskala nasional ini akhirnya terwujud.
“Akhirnya tahun ini kita bisa mewujudkan open call se-Indonesia. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk ekosistem seni kita semua,” kata Ical hangat.
Ical juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sponsor, termasuk Bima Zikwan, Desainer Jambi yang mensponsori langsung 6 koreografer tampil, serta seluruh tim produksi di balik layar mulai dari tata cahaya hingga sistem suara.
Menariknya, JCF 2026 juga berhasil menarik perhatian media internasional.
“Kami sangat bersyukur tahun ini mendapat dukungan media partner dari National Geographic Indonesia. Acara kita akan masuk dalam agenda mereka untuk ditulis dan dipublikasikan di media sosial mereka,” ungkap Ical.
Catat Jadwalnya: Gratis Tanpa Tiket!
Pertunjukan karya dari 6 koreografer ini akan dimulai pada Jumat malam, 17 Juli 2026.
Ical Lago mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk meramaikan festival ini tanpa perlu khawatir memikirkan biaya masuk.
“Kami tidak menggunakan tiket masuk. Modalnya hanya satu: keyakinan untuk mengapresiasi seni,” tutup Ical.
- Penulis: Fitri Amalia


