Harta Direktur Kepatuhan Bank Jambi Hendri Rp2,24 Miliar, Tanah Hampir Rp2 Miliar Kuasai Aset
- account_circle say say
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

Direktur Kepatuhan Bank Jambi Hendri .
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pejabat di lingkungan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi kembali membuka potret kekayaan para pejabatnya. Kali ini giliran Direktur Kepatuhan, Hendri, yang tercatat memiliki harta bersih sebesar Rp2.240.308.972 pada laporan periodik tahun 2025.
Laporan yang disampaikan pada 27 Januari 2026 itu telah berstatus verifikasi administratif lengkap, tanpa keterangan tambahan terkait temuan khusus dalam laporan tersebut. Namun, komposisi harta Hendri menunjukkan struktur yang tidak seimbang. Hampir seluruh kekayaan terkonsentrasi pada sektor properti.
Dari total kekayaan tersebut, aset tanah dan bangunan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp1,95 miliar. Aset itu tersebar dalam empat bidang tanah dan bangunan di Kota Jambi, dengan nilai tertinggi mencapai Rp1 miliar untuk satu bidang tanah dan bangunan.
Sisanya tersebar dalam beberapa bidang tanah lain yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Komposisi ini menunjukkan dominasi kuat sektor properti dalam portofolio kekayaan pejabat perbankan daerah tersebut.
BACA JUGA :
Dirut Bank Jambi Khairul Suhairi Miliki Harta Rp10,17 Miliar
Belum Setahun Dilantik, Harta Direktur Bank Jambi Zulfikar Tembus Rp1,59 Miliar
10 Bulan Menjabat, Harta Dirut Treasury Bank Jambi Rp2,41 Miliar
Di luar properti, Hendri juga melaporkan aset alat transportasi dan mesin senilai Rp470 juta. Tercatat dua unit mobil, yakni Honda Freed dan Toyota Innova Reborn, serta dua sepeda motor Honda.
Sementara itu, kas dan setara kas hanya tercatat sekitar Rp359,6 juta, jauh di bawah nilai aset tidak bergerak yang dimilikinya. Tidak terdapat laporan surat berharga maupun harta bergerak lainnya dalam dokumen tersebut.
Di sisi lain, Hendri juga melaporkan kewajiban atau utang sebesar Rp539,3 juta, yang membuat total kekayaan bersihnya terkoreksi menjadi Rp2,24 miliar. Kondisi ini memperlihatkan bahwa meski memiliki aset besar, struktur keuangan pribadi pejabat tersebut tidak sepenuhnya likuid.
Hendri bukan nama baru di lingkungan bank daerah. Ia pernah menjabat sebagai Pemimpin Cabang Kuala Tungkal, kemudian dipercaya memimpin Divisi Electronic Banking, hingga Divisi Audit Internal sebelum akhirnya menduduki posisi Direktur Kepatuhan.
Posisi tersebut menempatkannya pada lini strategis yang berkaitan dengan pengawasan dan kepatuhan internal perbankan. Publikasi LHKPN pejabat kembali menjadi perhatian di tengah tuntutan transparansi pengelolaan lembaga keuangan daerah. Meski tidak menunjukkan adanya pelanggaran, laporan kekayaan tetap menjadi ruang evaluasi publik terhadap integritas dan gaya hidup penyelenggara negara.
- Penulis: say say
