Belum Genap Setahun Menjabat, Harta Direktur Kredit dan Syariah Bank Jambi Yufnizarman Tembus Rp2,49 Miliar
- account_circle say say
- calendar_month 49 menit yang lalu
- print Cetak

Direktur Kredit dan Syariah Bank Jambi Yufnizarman
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru pejabat di lingkungan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi kembali menjadi sorotan. Direktur Kredit dan Syariah, Yufnizarman, melaporkan total kekayaan sebesar Rp2.499.136.053 setelah dikurangi utang per 2025. Dalam laporan periodik yang disampaikan pada 28 Januari 2026 tersebut, status verifikasi dinyatakan lengkap secara administratif.
Aset terbesar Yufnizarman tercatat pada sektor tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp982 juta. Tercatat sedikitnya tujuh bidang tanah yang tersebar di Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, hingga Kerinci. Sebagian besar aset diperoleh dari hasil sendiri, dengan nilai bervariasi mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Di sektor alat transportasi, total nilai mencapai Rp291,5 juta. Koleksi kendaraan yang dilaporkan antara lain:
- Honda HR-V tahun 2015 senilai Rp160 juta
- Yamaha Mio Soul tahun 2009
- Yamaha R2 tahun 2021
- Kawasaki ZX250G tahun 2022 senilai Rp110 juta
Komponen terbesar kedua berasal dari kas dan setara kas yang tercatat sebesar Rp1,45 miliar, menunjukkan likuiditas yang cukup tinggi dibanding aset lainnya. Selain itu, harta bergerak lain tercatat Rp16,2 juta, sementara surat berharga dan harta lainnya dilaporkan nihil. Dengan total aset mencapai Rp2,74 miliar dan utang Rp242,6 juta, maka kekayaan bersih Yufnizarman berada di angka Rp2,49 miliar.
Yufnizarman memiliki rekam jejak panjang di dunia perbankan daerah. Ia memulai karier dari level operasional hingga menduduki posisi strategis, mulai dari Kepala Pemasaran Cabang Muara Sabak, Pemimpin Cabang Sungai Penuh, hingga Pemimpin Kantor Cabang Utama sebelum akhirnya menjabat direktur.
Ia juga tercatat menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Batanghari pada 2025. Di luar laporan kekayaan, Yufnizarman juga meraih gelar Certified Risk Management (CRM) dari Indonesian Risk Professional Association (IRPA) melalui program sertifikasi manajemen risiko yang diselenggarakan bersama Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR).
- Penulis: say say
