Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Kuliner » Bisnis Makanan Kukusan Makin Populer, Peluang Cuan di 2025

Bisnis Makanan Kukusan Makin Populer, Peluang Cuan di 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Gaya hidup sehat kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban Indonesia. Salah satu tren kuliner yang terus naik daun pada 2025 adalah makanan kukusan — makanan yang diolah tanpa minyak goreng, tanpa pengawet, dan tetap menggugah selera. Tren ini bukan hanya mencerminkan perubahan pola konsumsi, tapi juga membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan.

Berbeda dengan makanan yang digoreng, makanan kukusan menawarkan rasa alami dari bahan-bahan segar tanpa tambahan minyak berlebih. Proses memasak dengan uap air membantu menjaga kandungan gizi serta tekstur alami bahan, seperti sayur, ubi, ikan, hingga daging ayam.

Menurut pengamat kuliner dan wirausaha pangan sehat, Rini Adiastuti, bisnis kukusan kini tidak hanya hadir di pasar tradisional atau kaki lima, tapi juga sudah merambah kafe modern, catering diet, hingga layanan antar daring.

“Kukusan itu fleksibel. Bisa jadi camilan, bisa juga jadi menu utama. Dengan branding yang tepat, produk sederhana bisa jadi bisnis besar,” jelasnya.

Data riset internal Indonesia Food Insight 2025 menunjukkan, permintaan makanan sehat meningkat 30% dibanding tahun lalu. Segmentasi pasar terbesar datang dari pekerja kantoran dan keluarga muda di kota besar yang ingin menjaga pola makan tanpa kehilangan cita rasa.

Keunggulan bisnis makanan kukusan antara lain:

  • Biaya produksi rendah karena tidak memerlukan minyak atau alat khusus.
  • Bahan baku mudah didapat seperti ubi, singkong, pisang, hingga sayuran lokal.
  • Mudah dipasarkan secara digital karena visual proses kukusnya menarik untuk media sosial.
  • Sesuai tren “healthy lifestyle” yang terus digemari generasi milenial dan Gen Z.

Berikut beberapa menu kukusan populer yang sedang viral di kalangan pecinta makanan sehat:

  • Ubi Kukus Keju Madu – manis alami dengan topping sehat.
  • Pisang Kukus Cokelat Almond – camilan favorit anak-anak dan remaja.
  • Jagung Kukus Rempah Nusantara – paduan jagung manis dengan bumbu khas daerah.
  • Tahu Kukus Isi Sayur dan Ayam – cocok untuk diet tinggi protein.
  • Dimsum Kukus Homemade – versi lokal dari makanan oriental yang kini banyak digemari.
  • Lemper Kukus Modern – paduan tradisi dan inovasi dengan isi ayam suwir pedas.

Setiap menu bisa disesuaikan dengan tema brand, mulai dari “kukusan rumahan sehat” hingga “kukusan premium bergizi”.

Agar bisnis ini berkelanjutan, pelaku UMKM disarankan menerapkan beberapa strategi berikut:

  • Gunakan kemasan ramah lingkungan, sejalan dengan tren eco-friendly.
  • Tampilkan label nutrisi dan informasi bahan baku, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
  • Bangun kehadiran digital lewat Instagram, TikTok, dan marketplace makanan sehat.
  • Berinovasi dalam rasa dan tampilan, misalnya menggabungkan bahan lokal dengan ide modern.

Meski peluangnya besar, bisnis makanan kukusan juga menghadapi tantangan. Persaingan mulai ketat, sementara bahan baku seperti keju, madu, dan bahan organik bisa mengalami fluktuasi harga. Persepsi bahwa makanan sehat selalu mahal juga masih jadi PR bagi para pengusaha kuliner.

Namun, dengan kualitas produk, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat, bisnis kukusan bisa menjadi ladang keuntungan jangka panjang. Di tahun 2025, pasar makanan sehat diprediksi akan terus tumbuh pesat. Produk-produk berbasis kukusan bukan hanya sekadar tren, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern yang lebih sadar gizi dan ramah lingkungan.

“Kukusan bukan cuma soal cara masak, tapi juga cara hidup sehat, sederhana, dan berkelanjutan,” tutup Rini.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI Butuh Rp3.500 Triliun untuk Atasi Krisis Iklim, APBN Cuma Sanggup 15%

    RI Butuh Rp3.500 Triliun untuk Atasi Krisis Iklim, APBN Cuma Sanggup 15%

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya Indonesia menekan dampak perubahan iklim menghadapi tantangan besar dari sisi pendanaan. Pemerintah memperkirakan kebutuhan dana untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim mencapai Rp3.500 triliun, namun kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru mampu menutupi sekitar 15% dari total kebutuhan tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menyebut pembiayaan menjadi elemen […]

  • Pertumbuhan Ritel Diprediksi Tertahan

    Pertumbuhan Ritel Diprediksi Tertahan

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Impor dan melemahnya daya beli diperkirakan bakal mempengaruhi pertumbuhan industri ritel tanah air. Menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pertumbuhan industri ritel pada 2025 akan tertahan di kisaran 6%. Kondisi tersebut lantaran ritel terdampak oleh tekanan di sektor garmen dan melemahnya daya beli pada pertengahan tahun. Solihin memproyeksikan semua sektor ritel akan tumbuh […]

  • Rupiah Makin Perkasa! Sentuh Rp17.778 per Dolar AS

    Rupiah Makin Perkasa! Sentuh Rp17.778 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah makin perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di perdagangan Senin (15/6/2026) ini mata uang Indonesia menguat signifikan dan kini bertengger di level Rp17.778 per dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, kurs  rupiah tercatat menguat 82 poin atau 0,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.860 per dolar AS. Penguatan ini […]

  • Recall Mobil Listrik Kona dan Ioniq, Hyundai Australia Laporkan Ini

    Recall Mobil Listrik Kona dan Ioniq, Hyundai Australia Laporkan Ini

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hyundai dikabarkan menarik kembali (recall) hampir 5.000 kendaraan listrik di Australia akibat potensi gangguan pada sistem baterai yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Dilaporkan laman Drive seperti dilansir Antara pada Senin (20/4/2026) , penarikan ini diumumkan melalui otoritas setempat yang mencakup sejumlah model kendaraan listrik Hyundai yang dipasarkan dalam beberapa tahun terakhir di negara […]

  • Segera Hadir Binguo S, Varian Wuling Ini Bisa Tembus 500 Km

    Segera Hadir Binguo S, Varian Wuling Ini Bisa Tembus 500 Km

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wuling bersiap menambah pilihan varian untuk mobil listrik kompaknya, Binguo S. Varian baru ini terungkap melalui dokumen Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok. Dikutip dari Carnewschina dilansir kompas, Senin (10/11/2025), dalam dokumen itu sebutkan bahwa Binguo S bakal dibekali baterai 52,9 kWh dengan klaim jarak tempuh 525 kilometer berdasarkan pengujian CLTC. Namun, […]

  • KONI Jambi Target 10 Besar PON 2028, Percepat Pembenahan Data Atlet

    KONI Jambi Target 10 Besar PON 2028, Percepat Pembenahan Data Atlet

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menegaskan ambisi besar menembus 10 besar pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Target tersebut menjadi arah utama dalam pembenahan sistem pembinaan olahraga di daerah. Ketua KONI Jambi, Mat Sanusi, mengatakan langkah strategis mulai dilakukan melalui penguatan data atlet serta perbaikan tata kelola organisasi. […]

expand_less