Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Kuliner » Bisnis Makanan Kukusan Makin Populer, Peluang Cuan di 2025

Bisnis Makanan Kukusan Makin Populer, Peluang Cuan di 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Gaya hidup sehat kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban Indonesia. Salah satu tren kuliner yang terus naik daun pada 2025 adalah makanan kukusan — makanan yang diolah tanpa minyak goreng, tanpa pengawet, dan tetap menggugah selera. Tren ini bukan hanya mencerminkan perubahan pola konsumsi, tapi juga membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan.

Berbeda dengan makanan yang digoreng, makanan kukusan menawarkan rasa alami dari bahan-bahan segar tanpa tambahan minyak berlebih. Proses memasak dengan uap air membantu menjaga kandungan gizi serta tekstur alami bahan, seperti sayur, ubi, ikan, hingga daging ayam.

Menurut pengamat kuliner dan wirausaha pangan sehat, Rini Adiastuti, bisnis kukusan kini tidak hanya hadir di pasar tradisional atau kaki lima, tapi juga sudah merambah kafe modern, catering diet, hingga layanan antar daring.

“Kukusan itu fleksibel. Bisa jadi camilan, bisa juga jadi menu utama. Dengan branding yang tepat, produk sederhana bisa jadi bisnis besar,” jelasnya.

Data riset internal Indonesia Food Insight 2025 menunjukkan, permintaan makanan sehat meningkat 30% dibanding tahun lalu. Segmentasi pasar terbesar datang dari pekerja kantoran dan keluarga muda di kota besar yang ingin menjaga pola makan tanpa kehilangan cita rasa.

Keunggulan bisnis makanan kukusan antara lain:

  • Biaya produksi rendah karena tidak memerlukan minyak atau alat khusus.
  • Bahan baku mudah didapat seperti ubi, singkong, pisang, hingga sayuran lokal.
  • Mudah dipasarkan secara digital karena visual proses kukusnya menarik untuk media sosial.
  • Sesuai tren “healthy lifestyle” yang terus digemari generasi milenial dan Gen Z.

Berikut beberapa menu kukusan populer yang sedang viral di kalangan pecinta makanan sehat:

  • Ubi Kukus Keju Madu – manis alami dengan topping sehat.
  • Pisang Kukus Cokelat Almond – camilan favorit anak-anak dan remaja.
  • Jagung Kukus Rempah Nusantara – paduan jagung manis dengan bumbu khas daerah.
  • Tahu Kukus Isi Sayur dan Ayam – cocok untuk diet tinggi protein.
  • Dimsum Kukus Homemade – versi lokal dari makanan oriental yang kini banyak digemari.
  • Lemper Kukus Modern – paduan tradisi dan inovasi dengan isi ayam suwir pedas.

Setiap menu bisa disesuaikan dengan tema brand, mulai dari “kukusan rumahan sehat” hingga “kukusan premium bergizi”.

Agar bisnis ini berkelanjutan, pelaku UMKM disarankan menerapkan beberapa strategi berikut:

  • Gunakan kemasan ramah lingkungan, sejalan dengan tren eco-friendly.
  • Tampilkan label nutrisi dan informasi bahan baku, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
  • Bangun kehadiran digital lewat Instagram, TikTok, dan marketplace makanan sehat.
  • Berinovasi dalam rasa dan tampilan, misalnya menggabungkan bahan lokal dengan ide modern.

Meski peluangnya besar, bisnis makanan kukusan juga menghadapi tantangan. Persaingan mulai ketat, sementara bahan baku seperti keju, madu, dan bahan organik bisa mengalami fluktuasi harga. Persepsi bahwa makanan sehat selalu mahal juga masih jadi PR bagi para pengusaha kuliner.

Namun, dengan kualitas produk, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat, bisnis kukusan bisa menjadi ladang keuntungan jangka panjang. Di tahun 2025, pasar makanan sehat diprediksi akan terus tumbuh pesat. Produk-produk berbasis kukusan bukan hanya sekadar tren, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern yang lebih sadar gizi dan ramah lingkungan.

“Kukusan bukan cuma soal cara masak, tapi juga cara hidup sehat, sederhana, dan berkelanjutan,” tutup Rini.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Kucurkan Rp150 Miliar Bangun Jembatan di Perbatasan Kaltara, Cegah Warga Bergantung ke Malaysia

    Purbaya Kucurkan Rp150 Miliar Bangun Jembatan di Perbatasan Kaltara, Cegah Warga Bergantung ke Malaysia

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah upaya memperkuat kemandirian wilayah perbatasan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkomitmen mengalokasikan dana hingga Rp150 miliar untuk membangun jembatan penghubung di Kalimantan Utara (Kaltara). Langkah ini menjadi simbol keseriusan pemerintah memperkuat konektivitas nasional dan mencegah ketergantungan warga pada fasilitas di Malaysia akibat minimnya infrastruktur di kawasan perbatasan. Purbaya menjelaskan, keputusan tersebut […]

  • Prabowo dan Macron Sepakati Penguatan Kerja Sama RI–Prancis di Sektor Energi hingga Investasi

    Prabowo dan Macron Sepakati Penguatan Kerja Sama RI–Prancis di Sektor Energi hingga Investasi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Selasa (14/4/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis di berbagai sektor. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pertemuan empat mata antara kedua kepala negara berlangsung selama lebih dari dua jam dalam suasana […]

  • Awal Tahun Harga Batubara Acuan Bersinar, Semua Kategori Naik

    Awal Tahun Harga Batubara Acuan Bersinar, Semua Kategori Naik

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren kenaikan harga batubara sejak akhir tahun terus berlanjut. Terbaru, harga batubara acuan (HBA) untuk periode pertama Januari 2026 juga mengalami kenaikan. Batubara dengan kandungan kalor tertinggi (6.322 GAR) mengalami kenaikan tertinggi. Dari 100,81 USD/ton di periode kedua Desember 2025, naik sebesar 2,49 USD menjadi 103,30 USD. Harga batubara acuan ini ditetapkan berdasarkan […]

  • Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China diperkirakan akan menghadapi momen hidup atau mati pada 2026. Ini seiring melemahnya permintaan domestik yang berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan yang terus merugi keluar dari pasar otomotif terbesar di dunia. Menurut para analis, sekitar 50 produsen EV di China daratan yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di […]

  • 60 Penerbangan Internasional Dibatalkan Imbas Konflik di Timur Tengah

    60 Penerbangan Internasional Dibatalkan Imbas Konflik di Timur Tengah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu mulai berdampak signifikan pada operasional penerbangan internasional di Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap mengungkapkan bahwa pada 28 Februari 2026 hingga […]

  • Transaksi QRIS Livin’ by Mandiri Tembus Rp 123,5 Triliun hingga September 2025, Naik 103 Persen

    Transaksi QRIS Livin’ by Mandiri Tembus Rp 123,5 Triliun hingga September 2025, Naik 103 Persen

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat transaksi QRIS melalui aplikasi Livin’ by Mandiri mencapai Rp 123,5 triliun hingga September 2025. Jumlah tersebut melonjak 103 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri, Harry Sofri Putranda menjelaskan peningkatan transaksi digital itu tak lepas dari kenaikan pengguna aktif […]

expand_less