Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kemenhut Buka Peluang Besar Investasi Karbon, Regulasi Baru Jadi Kunci

Kemenhut Buka Peluang Besar Investasi Karbon, Regulasi Baru Jadi Kunci

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa peluang investasi di sektor kehutanan kian terbuka lebar, seiring dorongan pengembangan perdagangan karbon berstandar internasional.

Penasihat Utama Menteri Kehutanan, Edo Mahendra, mengatakan Indonesia kini memasuki fase baru dalam pengembangan pasar karbon. Menurut dia, komitmen politik pemerintah telah diterjemahkan secara konkret melalui regulasi.

“Indonesia telah memasuki babak baru dalam era pasar karbon. Kali ini, kemauan politik diterjemahkan secara jelas ke dalam produk regulasi,” ujar Edo dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.

Regulasi yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026. Aturan ini menjadi fondasi dalam memperluas investasi karbon sekaligus menyederhanakan proses bisnis perdagangan karbon di sektor kehutanan.

Edo menjelaskan, regulasi tersebut disusun sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan global terhadap kredit karbon yang memiliki integritas tinggi.

Salah satu pendekatan yang diadopsi adalah skema nesting, yakni sistem yang mengintegrasikan berbagai proyek karbon agar lebih transparan dan terhindar dari penghitungan ganda.

Pendekatan ini juga dinilai penting untuk menjaga kredibilitas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor internasional.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti, menegaskan pemerintah membuka semua mekanisme investasi karbon, termasuk berbagai instrumen nilai ekonomi karbon.

Ia mengungkapkan sejumlah target besar yang telah dipaparkan pemerintah dalam forum iklim global, di antaranya:

  • Restorasi dan rehabilitasi 12 juta hektare lahan kritis
  • Proyek pengurangan emisi kehutanan hingga 50 juta hektare
  • Program perhutanan sosial seluas 8,3 juta hektare
  • Pengelolaan hutan adat mencapai 1,4 juta hektare

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen nasional dalam menekan emisi sekaligus menarik investasi hijau. Dengan potensi kredit karbon mencapai 13,4 miliar ton CO2 hingga 2050, nilai ekonomi yang bisa dihasilkan diperkirakan berada di kisaran Rp41,7 triliun hingga Rp127,98 triliun, tergantung harga pasar karbon global.

Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan, Ilham, menyebut penyederhanaan regulasi melalui Permenhut 6/2026 dilakukan tanpa mengorbankan kualitas kredit karbon.

“Target besar ini memang menjadi tantangan, tetapi sejalan dengan kebutuhan pasar global yang menginginkan kredit karbon berkualitas tinggi,” katanya.

Untuk memastikan kualitas, proyek karbon hutan Indonesia harus memenuhi standar internasional, termasuk Prinsip Inti Karbon (Core Carbon Principles/CCP).

Beberapa kriteria utama meliputi:

  • Additionality (manfaat tambahan nyata)
  • Perlindungan keanekaragaman hayati
  • Keterlibatan masyarakat lokal
  • Mekanisme pembagian manfaat yang adil
  • Sistem pengamanan lingkungan (safeguard)
  • Momentum Ekonomi Hijau Indonesia

Langkah pemerintah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam pasar karbon global. Dengan luas hutan tropis yang signifikan, sektor kehutanan dinilai menjadi tulang punggung ekonomi hijau nasional.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Insentif Pajak untuk Aksi Korporasi BUMN

    Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Insentif Pajak untuk Aksi Korporasi BUMN

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan memberikan insentif pajak untuk aksi korporasi yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk dalam proses merger dan konsolidasi perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025). Ia menilai permintaan insentif pajak untuk aksi […]

  • Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Wanita Pertama Jepang

    Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Wanita Pertama Jepang

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Politikus konservatif garis keras Sanae Takaichi resmi terpilih sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, Selasa (21/10/2025). Kemenangan Takaichi menandai momen bersejarah yang memecahkan dominasi laki-laki dalam politik Jepang sekaligus membuka babak baru dengan pergeseran arah politik ke kanan. Takaichi dikenal sebagai murid ideologis mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dan pengagum mantan Perdana Menteri […]

  • Arab Saudi Kepincut Proyek Bendungan di Indonesia

    Arab Saudi Kepincut Proyek Bendungan di Indonesia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Arab Saudi dikabarkan tertarik berinvestasi pada proyek bendungan di Indonesia. Bahkan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebutkan, salah satu negara Timur Tengah tersebut ingin datang ke Indonesia. “Rata-rata sih proyek air ya, bendungan gitu-gitu,” ujar Dody dikutip dari Kompas.com, Senin (27/10/2025). Kendati demikian, Dody enggan menyebutkan proyek bendungan mana yang diincar Arab […]

  • OJK Cabut Izin 6 BPR hingga Maret 2026, Nasabah Diminta Tetap Tenang

    OJK Cabut Izin 6 BPR hingga Maret 2026, Nasabah Diminta Tetap Tenang

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat telah mencabut izin usaha enam Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sepanjang tahun 2026 hingga Maret. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan regulasi serta perlindungan terhadap konsumen di sektor perbankan. Kepala Pengawas Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pencabutan izin dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. […]

  • Sudah Diposisi Rp17.126, Rupiah Kembali Menguat Gegara Faktor Ini

    Sudah Diposisi Rp17.126, Rupiah Kembali Menguat Gegara Faktor Ini

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat pada perdagangan Selasa (21/4/2026) pagi. Rupiah menguat 42 poin atau 0,24 persen menjadi Rp17.126 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.168 per dolar AS. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai […]

  • Rupiah Menguat Jadi Rp16.986 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Jadi Rp16.986 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat signifikan pada Rabu (1/4/2026). Penguatan itu ditopang optimisme meredanya konflik Timur Tengah dan melemahnya indeks dolar. Berdasarkan data dari Antara, nilai tukar rupiah menguat 55 poin atau 0,32 persen menjadi Rp16.986 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.041 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun […]

expand_less