Harga Minyak Dunia Turun 4,7 Persen ke US$98,83, Dipicu Harapan Damai AS-Iran
- account_circle say say
- calendar_month 43 menit yang lalu
- print Cetak

Harga minyak dunia turun 4,7 persen ke US$98,83 per barel akibat harapan kesepakatan damai antara AS dan Iran yang berpotensi membuka Selat Hormuz.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia anjlok tajam pada perdagangan Senin (25/5/2026), dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah Brent turun sebesar US$4,71 atau 4,55 persen menjadi US$98,83 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga merosot US$4,57 atau 4,73 persen ke posisi US$92,03 per barel. Penurunan ini membawa kedua kontrak ke level terendah sejak awal Mei 2026.
Sentimen utama yang menekan harga minyak berasal dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut bahwa negosiasi dengan Iran terkait kesepakatan damai telah mencapai kemajuan signifikan.
Kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi energi global.
Sebelum konflik memanas, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Oleh karena itu, terbukanya kembali jalur ini diperkirakan dapat meningkatkan pasokan global dan menekan harga minyak.
Analis MST Marquee, Saul Kavonic, mengatakan pasar mulai merespons positif peluang meredanya ketegangan geopolitik.
“Meski masih ada berbagai tantangan dalam proses negosiasi, pasar melihat adanya harapan yang dapat memberikan tekanan penurunan harga minyak dalam jangka pendek,” ujarnya.
Namun demikian, para analis memperkirakan proses pemulihan distribusi energi tidak akan berlangsung cepat. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menormalkan kembali arus pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
Selain itu, infrastruktur energi yang terdampak konflik juga memerlukan waktu untuk diperbaiki sebelum dapat beroperasi secara optimal.
- Penulis: say say

