Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ketahanan Energi Naik, Tapi Impor BBM dan LPG Masih Jadi Titik Lemah

Ketahanan Energi Naik, Tapi Impor BBM dan LPG Masih Jadi Titik Lemah

  • account_circle say say
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks ketahanan energi Indonesia pada 2025 tercatat meningkat dan masuk kategori tangguh. Namun, capaian itu belum sepenuhnya mencerminkan kemandirian energi nasional.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menyebut indeks ketahanan energi Indonesia berada di angka 7,13 atau naik 0,39 dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan produksi dan cadangan gas bumi serta pemanfaatan energi domestik.

“Cadangan dan produksi gas meningkat, dan pemanfaatannya untuk kebutuhan dalam negeri juga semakin baik,” ujar Satya dalam forum energi, Selasa, 12 Mei 2026.

Meski begitu, persoalan mendasar masih membayangi. Indonesia masih sangat bergantung pada impor energi, terutama LPG dan bahan bakar minyak (BBM).

Data menunjukkan impor minyak mentah mencapai sekitar 38 persen, impor BBM 34 persen, dan impor LPG bahkan menembus 80 persen. Angka ini mencerminkan lemahnya kemandirian energi nasional.

Tak hanya itu, cadangan energi nasional juga dinilai belum memadai. Saat ini, cadangan operasional energi hanya cukup untuk sekitar 21 hingga 23 hari. Padahal, standar ideal minimal mencapai 31 hari.

“Kalau impor satu juta barel per hari, maka cadangan harus setara 31 juta barel. Ini tantangan besar,” kata Satya.

Di sisi lain, target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 dipastikan meleset. Hingga kini, realisasinya baru mencapai sekitar 15,6 persen.

Pemerintah pun merevisi target tersebut menjadi 17 hingga 19 persen pada 2030.

Untuk memperkuat ketahanan energi, DEN menyiapkan enam langkah strategis. Di antaranya pembangunan dan modernisasi kilang, peningkatan produksi minyak, penguatan cadangan energi, serta percepatan transisi ke energi baru terbarukan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong substitusi LPG, pengurangan disparitas harga energi, hingga percepatan elektrifikasi transportasi.

Satya menegaskan, ketahanan energi bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga kemandirian. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, ketergantungan impor justru menjadi titik rawan.

“Negara yang berdaulat energinya adalah negara yang mampu mengendalikan masa depannya sendiri,” ujarnya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Turun Rp 11.000, Ini Daftar Lengkapnya!

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Turun Rp 11.000, Ini Daftar Lengkapnya!

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual Pegadaian  kompak melemah pada perdagangan Jumat (9/1/2026)ini. Pelemahan harga emas Pegadaian ini untuk dua jenis produk Galeri24 dan UBS. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 dan UBS kompak mengalami penurunan Rp 11.000 per gram. ‎Harga jual emas Galeri24 turun menjadi Rp2.588.000 per gram dari awalnya Rp […]

  • Harga Minyak Hari Ini Melemah, Pasar Tak Lagi Harap Damai Rusia-Ukraina

    Harga Minyak Hari Ini Melemah, Pasar Tak Lagi Harap Damai Rusia-Ukraina

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia pada perdagangan Selasa (31/12/2025) atau Rabu pagi waktu Indonesia bergerak melemah tipis. Penurunan terjadi seiring meredupnya harapan tercapainya kesepakatan damai Rusia–Ukraina serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Mengutip laporan CNBC, harga minyak Brent turun 2 sen ke level USD 61,92 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate […]

  • Resmi, Pemerintah Kenakan Pungutan Ekspor Biji Kakao

    Resmi, Pemerintah Kenakan Pungutan Ekspor Biji Kakao

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM: – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi memperluas cakupan pungutan dana perkebunan dengan memasukkan biji kakao sebagai komoditas yang dikenai pungutan ekspor, selain kelapa sawit dan produk turunannya. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 69 Tahun 2025. Mengutip Kontan, pengenaan tarif pungutan ekspor untuk biji kakao ini akan mulai berlaku Jumat […]

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Bertahan, Jual atau Beli?

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Bertahan, Jual atau Beli?

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk buatan Galeri24 dan UBS yang dijual di Pegadaian tidak mengalami perubahan harga jual pada Senin (2/2/2026) ini. Keduanya kompak stabil akibat harga emas dunia yang merosot empat persen pada awal pekan ini. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga jual emas Galeri24 stagnan di angka Rp2.981.000 per gram. Begitu pula […]

  • PMI Manufaktur Indonesia Melambat ke 50,1 pada Maret 2026, Tertekan Ekspor dan Biaya Produksi

    PMI Manufaktur Indonesia Melambat ke 50,1 pada Maret 2026, Tertekan Ekspor dan Biaya Produksi

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    Kinerja sektor industri nasional menunjukkan perlambatan setelah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 50,1 pada Maret 2026, dari sebelumnya 53,8 pada Februari. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, menilai penurunan ini menjadi sinyal meningkatnya tekanan pada sektor manufaktur, meskipun masih berada di zona ekspansi. “Ini bukan sinyal […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini: Banyak Wilayah Diguyur Hujan

    Cuaca Jambi Hari Ini: Banyak Wilayah Diguyur Hujan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Provinsi Jambi pada Rabu (26/11/2025) didominasi hujan ringan, hujan petir, serta kondisi udara kabur di sejumlah kabupaten dan kota. Suhu udara bervariasi antara 16–32 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 99 persen. Di wilayah barat Jambi seperti Kerinci dan Kota Sungai Penuh, cuaca […]

expand_less