IHSG Cetak Rekor Baru 8.295, Saham UNVR, TLKM, dan ASII Kompak Menguat
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.295,61, pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Kenaikan ini ditopang oleh pergerakan positif saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Telkom Indonesia (TLKM), dan PT Astra International Tbk. (ASII).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,26% atau 21,25 poin ke level 8.295,61 hingga pukul 09.02 WIB. Dalam sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.311,86. Kapitalisasi pasar tercatat menembus Rp15.303 triliun, menandai meningkatnya minat investor terhadap pasar saham domestik. Saham UNVR naik 3,54% ke Rp2.340, TLKM tumbuh 1,19% ke Rp3.400, dan ASII menguat 0,79% menjadi Rp6.375 per saham. Sementara itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) ikut naik 0,57% ke Rp101.525 per saham.
Namun, sejumlah saham besar mengalami pelemahan. PT Amman Mineral Internasional (AMMN) turun 2,24% ke Rp7.625, dan PT Bank Mandiri (BMRI) melemah 0,45% ke Rp4.410. Menurut Ajaib Sekuritas, penguatan IHSG hari ini dipicu oleh arus dana asing (inflow) yang mencapai Rp1,08 triliun, serta dukungan dari penguatan bursa global dan musim laporan keuangan emiten.
“Secara year-to-date, IHSG sudah terapresiasi 16,97%. Momentum laporan keuangan dan penguatan indeks global menjadi katalis utama penguatan pasar,” jelas Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas.
Dari pasar global, bursa Wall Street dan Asia turut menguat. Dow Jones naik 0,31%, Nasdaq tumbuh 0,89%, Nikkei 225 menguat 1,20%, dan KOSPI meningkat 1,80%. Katalis tambahan datang dari kolaborasi PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) dengan Qualcomm dalam menghadirkan konektivitas broadband nirkabel (FWA) berbasis platform Dragonwing, yang ditargetkan menjangkau 25 juta rumah tangga dalam lima tahun. Dengan berbagai sentimen positif tersebut, IHSG diproyeksikan tetap bergerak di kisaran 8.127–8.320, mempertahankan tren penguatan hingga akhir Oktober 2025.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar