Warga Bisa Bertemu Donald Trump Asal Bayar Hingga Rp 168 M
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 48 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Donald Trump
JAMBISNIS.COM – Panitia perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dilaporkan menawarkan akses khusus untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi warga atau korporasi yang bersedia membayar mahal. Skema tersebut dijalankan oleh Freedom 250, kemitraan publik-swasta yang terlibat dalam penyelenggaraan rangkaian acara HUT ke-250 AS.
Berdasarkan laporan The New York Times dan The Independent, Freedom 250 membuka paket donasi berjenjang yang memberikan berbagai fasilitas eksklusif. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kesempatan menghadiri acara privat bersama Trump, termasuk sesi foto, bagi donatur kelas atas.
Dokumen internal yang diperoleh media menyebut terdapat lima tingkatan sponsor. Donatur dengan kontribusi minimal 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 16 miliar akan masuk kategori Patriot Sponsor dan berhak menerima undangan ke resepsi privat bersama Presiden Donald Trump.
Sementara itu, paket sponsor tertinggi dipatok pada angka 10 juta dollar AS atau setara Rp 168 miliar. Donatur di level ini dijanjikan akses paling eksklusif, termasuk peran VIP dalam rangkaian acara puncak perayaan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.
Adapun paket sponsor terendah berada pada kisaran 500.000–999.999 dollar AS atau sekitar Rp 8,4 miliar hingga Rp 16,8 miliar. Paket ini tidak mencakup akses langsung ke Trump, namun menawarkan fasilitas VIP, undangan khusus, serta tempat duduk prioritas di seluruh agenda Freedom 250.
Program penggalangan dana tersebut memicu kritik dan kekhawatiran sejumlah politisi. Skema ini dinilai berpotensi mencampuradukkan perayaan kenegaraan dengan kepentingan pribadi dan politik presiden.
Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Bonnie Watson Coleman, menyatakan kekhawatirannya bahwa dana publik yang dialokasikan Kongres untuk perayaan nasional dapat diarahkan ke Freedom 250 dan lebih menonjolkan pencitraan presiden ketimbang makna historis peringatan kemerdekaan.
“Publik perlu memahami bahwa ada dua jalur perayaan yang berjalan. Salah satunya untuk merayakan kontribusi seluruh rakyat Amerika, sementara jalur lainnya berisiko hanya memamerkan presiden dan memuaskan egonya,” ujar Watson Coleman kepada The New York Times.
Rencana kegiatan Freedom 250 juga disebut selaras dengan gaya politik Trump yang gemar pada pertunjukan besar dan simbol warisan kepemimpinan. Sejumlah agenda yang diwacanakan antara lain pertandingan UFC di halaman Gedung Putih, balapan IndyCar di pusat Washington DC, hingga pembangunan Independence Arch setinggi 250 kaki.
Menanggapi kritik tersebut, juru bicara Gedung Putih Davis Ingle menyatakan bahwa Presiden Trump tengah memastikan Amerika Serikat mendapatkan perayaan ulang tahun yang spektakuler dan layak.
Sementara itu, pihak Freedom 250 menegaskan bahwa presiden “tidak bisa dibeli oleh siapa pun” dan menyebut skema sponsor sebagai upaya membuka partisipasi publik yang lebih luas dalam perayaan nasional Amerika Serikat.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar