Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Properti » Jelang High Season, Dafam Property (DFAM) Siapkan Strategi Bundling hingga Dynamic Pricing untuk Dongkrak Okupansi Hotel

Jelang High Season, Dafam Property (DFAM) Siapkan Strategi Bundling hingga Dynamic Pricing untuk Dongkrak Okupansi Hotel

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menjelang musim libur akhir tahun yang menjadi momentum emas bagi industri perhotelan, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) tak tinggal diam di tengah tekanan bisnis sepanjang 2025. Perseroan menyiapkan strategi agresif mulai dari paket bundling hingga penerapan dynamic pricing untuk menggenjot okupansi hotel di periode high season Natal dan Tahun Baru.

Sekretaris Perusahaan PT Dafam Property Indonesia Tbk, Soviadi Nor Rachman, menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan bagi industri hotel nasional. Salah satu faktor utamanya adalah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, yang membatasi perjalanan dinas, seminar, dan kegiatan resmi, sehingga menekan permintaan kamar hotel di berbagai daerah.

“Faktor utama yang mempengaruhi okupansi tahun ini adalah relation ke stakeholder dan flexible rate. Kebijakan efisiensi anggaran meeting dan penginapan di Kementerian, dinas-dinas provinsi, kabupaten, kota juga mempengaruhi tingkat okupansi sepanjang tahun 2025 ini,” ungkap Soviadi kepada Kontan.co.id.

Untuk mengantisipasi hal tersebut sekaligus menangkap peluang pada akhir tahun, DFAM menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui promo bundling dan paket menginap spesial Natal dan Tahun Baru yang menawarkan pengalaman menginap bernilai tambah bagi tamu. Perseroan juga akan menerapkan minimum stay policy, yakni kebijakan menginap minimal dua malam saat malam pergantian tahun, guna menjaga tingkat hunian kamar. Selain itu, dynamic pricing diterapkan agar harga kamar tetap kompetitif namun optimal pada periode puncak permintaan.

“Kami tetap menjaga harga agar kompetitif, tapi optimal pada periode puncak permintaan,” ujar Soviadi.

DFAM juga melihat peluang dari kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) milik instansi pemerintah, BUMN, maupun swasta yang marak menjelang akhir tahun.

“Banyak instansi mengadakan rapat akhir tahun, gathering, serta perencanaan awal 2026,” jelasnya.

Meski awal tahun depan diperkirakan belum terlalu stabil, Soviadi optimistis akan terjadi perbaikan mulai kuartal II-2026, seiring dengan normalisasi anggaran pemerintah pusat.

“Rencana ekspansi kami di 2026 adalah strategi jemput bola, di mana kami akan membuat outside catering ke sektor swasta dan sekolah yang membutuhkan layanan food & beverage,” tandasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • 16 Ribu Pegawai Bea Cukai Terancam PHK

    16 Ribu Pegawai Bea Cukai Terancam PHK

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas untuk menangani berbagai polemik yang menekan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam beberapa waktu terakhir. Menkeu Purbaya memberi tenggat satu tahun penuh agar Bea Cukai melakukan reformasi total dan memperbaiki citra di mata publik. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai mengumpulkan jajaran petinggi Bea Cukai […]

  • Musim Mudik 2026, Jalur Pantura di Indramayu Dipenuhi Penyapu Uang

    Musim Mudik 2026, Jalur Pantura di Indramayu Dipenuhi Penyapu Uang

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Fenomena warga yang menjadi penyapu uang kembali muncul saat musim mudik Lebaran 2026 di Jalur Pantura, tepatnya di kawasan Jembatan Sewo yang berada di perbatasan Indramayu dan Subang, Jawa Barat. Seiring meningkatnya volume kendaraan pemudik yang melintas, ratusan warga terlihat memadati pinggir hingga badan jalan sambil membawa sapu lidi untuk mengais uang dari […]

  • Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.947.000 per Gram

    Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.947.000 per Gram

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam terpantau tak bergerak pada perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026). Harga emas Antam masih berada di level Rp2.947.000 per gram, sama dengan harga pada perdagangan hari sebelumnya. Begitu pula harga beli kembali (buyback) emas Antam turut tak bergerak di Rp2.741.000 per gram. Perlu diingat bahwa harga buyback ini merupakan nilai yang […]

  • Strategi Viral: Begini Cara Bikin Konten Edukasi Tetap Laku di Tengah Banjir Gosip

    Strategi Viral: Begini Cara Bikin Konten Edukasi Tetap Laku di Tengah Banjir Gosip

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah derasnya arus informasi dan banjirnya konten viral di media sosial, konten edukatif sering kali tenggelam di antara gosip dan hiburan ringan. Namun, ada cara agar edukasi tetap diminati publik: lewat cerita dan emosi. Hal ini diungkapkan Victoria Wong, Founder Start Your Content Academy, dalam acara Upstream Force: We Are The Energy […]

  • 10 Makanan Khas Jambi Paling Legendaris yang Wajib Kamu Coba!

    10 Makanan Khas Jambi Paling Legendaris yang Wajib Kamu Coba!

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kalau dengar kata Jambi, mungkin yang langsung terbayang adalah Sungai Batanghari atau Gunung Kerinci. Tapi tunggu dulu provinsi di timur Pulau Sumatera ini ternyata juga punya segudang kuliner unik yang siap memanjakan lidah. Dari durian yang difermentasi sampai dodol berbahan kentang, semuanya punya cita rasa dan cerita tersendiri. Yuk, kita jelajahi 10 makanan […]

  • IHSG Dibuka Menguat ke 7.702

    IHSG Dibuka Menguat ke 7.702

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), didorong oleh sentimen positif dari pasar global. Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG naik sebesar 1,04 persen atau sekitar 79 poin ke level 7.702. Penguatan ini terjadi seiring dominasi saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat, sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, […]

expand_less