Trump Klaim AS Tenggelamkan 9 Kapal Perang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Membara
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Pertempurann di laut antara AS vs Iran
JAMBISNIS.COM – Presiden Donald Trump mengklaim pasukan Amerika Serikat telah menghancurkan dan menenggelamkan sembilan kapal perang milik Iran di tengah perang yang terus berkobar di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu (1/3/2026).
“Saya baru saja diberitahu, kita sudah menghancurkan dan menenggelamkan 9 kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting,” tulis Trump.
Ia juga menegaskan operasi militer AS akan terus berlanjut dan kapal-kapal Iran lainnya akan menjadi target berikutnya.
“Mereka akan segera mengapung di dasar laut juga!” imbuhnya.
Dalam pernyataan terpisah, Trump juga mengungkapkan bahwa pasukan AS berhasil menghancurkan Markas Besar Angkatan Laut Iran dalam serangan berbeda.
Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer gabungan AS dan Israel yang diluncurkan pada Sabtu (28/2/2026). Serangan udara tersebut menggempur berbagai wilayah strategis di Iran.
Imbas serangan itu dilaporkan sangat besar. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disebut tewas dalam serangan tersebut. Sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya, termasuk menteri pertahanan dan Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), juga dilaporkan menjadi korban.
Tak tinggal diam, Iran langsung melancarkan serangan balasan terhadap aset-aset AS dan Israel. IRGC dikabarkan melanjutkan operasi militernya sehari setelah pengumuman resmi kematian Khamenei.
Eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran kini tak hanya berdampak pada stabilitas politik kawasan, tetapi juga mengguncang pasar global.
Ketegangan di Timur Tengah memicu lonjakan kekhawatiran terhadap keamanan jalur energi dunia, khususnya di sekitar Selat Hormuz. Investor global mulai bereaksi dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga minyak dan ketidakstabilan ekonomi.
Pasar saham di sejumlah negara dilaporkan bergerak volatil, sementara harga komoditas energi menunjukkan tren kenaikan sejak konflik memanas.
Jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga ke ekonomi global secara luas. Perkembangan situasi militer dan respons lanjutan dari kedua pihak kini menjadi perhatian utama komunitas internasional.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar