Sengit Sejak Peluit Awal, Belgia Wajib Waspada!
- account_circle -
- calendar_month 55 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali menyajikan duel sarat gengsi. Wakil Eropa, Belgia, akan berhadapan dengan kekuatan Afrika, Senegal, di Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat, Kamis (2/7/2026) pukul 03.00 WIB.
Pertemuan dua tim beda benua ini diprediksi berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Belgia maupun Senegal sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menampilkan performa terbaik mereka pada laga terakhir fase grup.
Meski lebih difavoritkan, Belgia enggan meremehkan kekuatan Senegal. Bek Belgia, Zeno Debast, menegaskan timnya harus menjaga performa terbaik jika ingin melangkah lebih jauh di turnamen.
“Jika kami dalam kondisi prima dan tetap positif seperti laga termutakhir, partai ini bakal seru,” ujar Debast.
Pemain yang kini sedang dalam pantauan medis akibat cedera tersebut mengamati Senegal memiliki keunggulan taktis serta kekuatan fisik yang sangat merepotkan. Lantaran itu, tim Belgia dituntut untuk memaksimalkan seluruh kemampuan individu jika ingin lolos babak 16 besar.
Keyakinan serupa juga mengalir deras dari kubu wakil Afrika.
“Belgia punya pemain kelas tinggi, tapi kami juga punya kelas dunia,” balas legenda Senegal, El Hadji Diouf.
Ia menekankan bahwa status underdog tidak membuat Senegal gentar. Kesiapan mental dan ketahanan fisik akan menjadi kunci utama anak asuh Pape Thiaw untuk meredam kehebatan teknis pemain-pemain Eropa di atas lapangan hijau.
Secara taktis, laga ini mempertemukan dua tim dengan gaya ofensif yang dominan namun dengan pendekatan penyelesaian akhir yang berbeda.
Belgia asuhan pelatih Rudi Garcia tampil agresif dengan mencatatkan rata-rata 24,3 tembakan per laga. Kombinasi serangan mereka berpusat pada visi Kevin De Bruyne yang menyuplai bola matang untuk dieksekusi Leandro Trossard dan Jeremy Doku.
Di kubu lawan, Senegal memiliki penguasaan bola mumpuni sebesar 57,6 persen dan sangat berbahaya setelah turun minum. Terbukti dari catatan 10 gol dari 12 gol terakhir mereka yang selalu tercipta di babak kedua.
Di atas kertas, susunan pemain yang akan diturunkan menjanjikan duel individu tingkat tinggi. Lini serang Senegal akan dimotori Sadio Mane dan Ismaila Sarr yang sudah mengemas tiga gol sepanjang turnamen.
Absennya kiper utama Edouard Mendy akibat cedera lutut akan memaksa pelatih Pape Thiaw untuk mengandalkan Mory Diaw di bawah mistar.
Sementara itu, Belgia akan kembali berharap pada tuah Romelu Lukaku –yang memegang rekor gol terbanyak bagi Belgia di Piala Dunia sejak 1966– guna membongkar pertahanan rapat yang digalang Kalidou Koulibaly dan kolega.
Menariknya, laga krusial di Seattle ini menandai pertemuan perdana antara Belgia dan Senegal di kancah sepak bola internasional.
Faktor sejarah sedikit memberikan bayang-bayang gelap bagi wakil Afrika tersebut. Senegal membawa trauma tersendiri karena dalam dua pertandingan sistem gugur Piala Dunia terakhir mereka, langkah Singa Teranga selalu kandas di tangan tim asal benua Eropa, yakni ketika berhadapan dengan Inggris dan Turki.
Pertandingan yang akan dipimpin wasit asal Honduras, Said Martinez, ini akan menjadi pembuktian siapa yang benar-benar layak melangkah lebih jauh.
Belgia membawa modal kepercayaan diri berkat rekor tak terkalahkan dalam 16 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Sementara Senegal baru saja membuktikan bahwa mereka memiliki daya ledak mematikan saat membungkam Irak.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
