Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Masih di Zona Merah, Ditutup Rp17.839 per Dolar AS

Rupiah Masih di Zona Merah, Ditutup Rp17.839 per Dolar AS

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COMRupiah belum mampu keluar dari zona merah. Hingga penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), rupiah keok terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah 34 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp17.839 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun 0,1% ke level 99,1.

Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi mata uang domestik di tengah tingginya ketidakpastian global dan dinamika geopolitik yang masih berlanjut.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan, tekanan terhadap rupiah kali ini masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menurut dia, pasar mencermati pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, meski sebelumnya muncul laporan bahwa Teheran sempat menangguhkan negosiasi tidak langsung dengan Washington. Kondisi ini menambah ketidakpastian arah kesepakatan damai.

“Situasi di Timur Tengah masih sangat dinamis. Ketidakjelasan negosiasi AS–Iran membuat pelaku pasar cenderung hati-hati dan kembali masuk ke aset aman,” ujar Ibrahim, Selasa (2/6/2026).

Ibrahim menambahkan, ketegangan di kawasan juga diperburuk oleh konflik yang melibatkan Lebanon, Israel, dan Iran, yang berpotensi mengganggu jalur energi global. Iran disebut telah membatasi sejumlah pengiriman dari dan ke kawasan Teluk sejak eskalasi konflik, yang turut memengaruhi harga minyak dunia.

Selain isu geopolitik, Ibrahim menyebut, pasar juga merespons kebijakan perdagangan AS. Ibrahim menyoroti keputusan Trump yang menandatangani proklamasi perubahan tarif impor untuk komoditas seperti tembaga, aluminium, dan besi.

“Kebijakan tersebut mencakup penyesuaian tarif pada sejumlah peralatan industri, yang menurut Gedung Putih bertujuan mendorong investasi jangka pendek untuk memperkuat basis industri domestik AS hingga 2027,” tambahnya.

Dari sisi domestik, Ibrahim mengatakan, tekanan terhadap rupiah masih dibayangi kondisi makroekonomi Indonesia yang relatif stabil namun tetap rentan terhadap gejolak eksternal. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Mei 2026 sebesar 3,08% (yoy), dengan inflasi bulanan 0,28% dan year-to-date sebesar 1,35%.(*)

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini 8 Kebijakan Pajak Purbaya di 2026, dari PPN hingga Pajak Global

    Ini 8 Kebijakan Pajak Purbaya di 2026, dari PPN hingga Pajak Global

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tahun pajak 2026 menjadi periode penuh pertama bagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mengendalikan kebijakan perpajakan nasional. Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan tarif pajak maupun penambahan jenis pajak baru, meski target penerimaan pajak 2026 dipatok meningkat. Target penerimaan pajak pada 2026 ditetapkan sebesar Rp 2.357,7 triliun atau naik 7,69 persen dibandingkan target […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun Hari Ini

    Harga Emas di Pegadaian Turun Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian mengalami penurunan pada Rabu (25/3/2026). Dua produk andalan Pegadaian, emas batangan UBS dan Galeri24 sama-sama mencatat koreksi harga dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, emas UBS kini berada di level Rp2.852.000 per gram. Sementara Galeri24 dibanderol Rp2.838.000 per gram. Angka ini lebih rendah dibandingkan Selasa […]

  • Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, KSP Qodari dan Mentan Amran: Petani Kini Lebih Bahagia

    Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, KSP Qodari dan Mentan Amran: Petani Kini Lebih Bahagia

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar baik datang bagi para petani di Indonesia. Pemerintah secara resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan penurunan harga ini sudah berjalan di lapangan, salah satunya di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. […]

  • Danantara Pastikan Redenominasi Rupiah Tak Pengaruhi Investasi Nasional

    Danantara Pastikan Redenominasi Rupiah Tak Pengaruhi Investasi Nasional

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menilai rencana redenominasi rupiah tidak akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Pihaknya mengatakan, pemerintah telah melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan tersebut. Dony mengatakan, kebijakan pemerintah selalu melalui proses pertimbangan yang matang dan bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan demikian, para pelaku usaha tidak perlu merasa […]

  • Strategi RI Hadapi Lonjakan Harga Minyak: WFH ASN, Pembatasan Kendaraan Dinas hingga Perluasan CFD

    Strategi RI Hadapi Lonjakan Harga Minyak: WFH ASN, Pembatasan Kendaraan Dinas hingga Perluasan CFD

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah merumuskan sejumlah kebijakan dalam kerangka transformasi budaya kerja nasional, yang juga dikombinasikan dengan kebijakan […]

  • Jelang UMP 2026, Apindo Ungkap Banyak Perusahaan UKM Tak Mampu Bayar Upah Minimum

    Jelang UMP 2026, Apindo Ungkap Banyak Perusahaan UKM Tak Mampu Bayar Upah Minimum

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menegaskan bahwa pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 harus mempertimbangkan kondisi riil dunia usaha yang mayoritas didominasi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menjelaskan bahwa sekitar 90 persen perusahaan di Indonesia bukanlah perusahaan besar atau multinasional, melainkan UKM dengan kemampuan finansial terbatas. “Jangan […]

expand_less