Rupiah Menguat Rp16.968 per Dolar AS Karena Faktor Ini
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Rupiah dan Dolar AS.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Selasa (17/3/2026). Kini rupiah di level Rp16.968 per dolar Amerika Serikat (AS) usai menguat 29 poin atau 0,17 persen dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.997 per dolar AS.
Penguatan ini membawa harapan baru bagi mata uang Garuda setelah sebelumnya hampir menyentuh level psikologis Rp17.000 akibat sentimen negatif dari konflik Timur Tengah.
Penguatan terbatas ini terjadi di tengah penantian pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Mayoritas analis memprediksi BI akan tetap menahan BI Rate di level 4,75%. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan menahan arus modal keluar (capital outflow) di tengah ketidakpastian global.
Secara global, indeks dolar AS (DXY) terpantau masih cukup kuat di level 99,92. Namun, meredanya kekhawatiran terkait penutupan total Selat Hormuz memberikan sedikit kelegaan bagi pasar energi, yang secara tidak langsung mengurangi tekanan inflasi impor bagi Indonesia.
Analis memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp16.900 hingga Rp17.050 sepanjang hari ini. Fokus utama tetap pada pernyataan gubernur Bank Indonesia mengenai prospek pertumbuhan ekonomi dan strategi stabilisasi nilai tukar menjelang periode libur panjang Lebaran 2026.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua


Saat ini belum ada komentar