Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyorot ketahanan Iran. Di tengah konflik terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel, negara itu dinilai tetap mampu memberikan perlawanan kuat meski telah menghadapi embargo internasional hampir setengah abad.

Sejak Revolusi Iran 1979, Iran menjadi salah satu negara yang paling lama menghadapi sanksi ekonomi dari Barat, terutama dari Amerika Serikat. Namun hingga kini, tekanan ekonomi tersebut belum sepenuhnya mampu melumpuhkan kekuatan politik dan militernya.

Embargo Dimulai Sejak Revolusi 1979

Setelah revolusi yang menggulingkan rezim Shah pada 1979, Washington mulai menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Iran.

Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset, embargo perdagangan terutama minyak, pembatasan akses sistem keuangan internasional seperti SWIFT, hingga larangan ekspor senjata.

Tujuannya adalah menekan program nuklir serta kekuatan militer Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Tekanan internasional semakin kuat ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2006 mulai memberlakukan sanksi tambahan terkait program nuklir Teheran. Puncaknya terjadi pada 2010 ketika Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi DK PBB 1929 yang memperketat embargo terhadap Iran. Sanksi tersebut berdampak besar pada ekonomi Iran, terutama sektor energi dan sistem perbankan.

Embargo Justru Mendorong Kemandirian

Meski tekanan ekonomi berlangsung selama puluhan tahun, Iran justru mampu mengembangkan berbagai sektor strategis secara mandiri. Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Sya’roni Rofii, menilai embargo membuat Iran terpaksa mengembangkan teknologi dalam negeri, termasuk di sektor pertahanan.

Menurut dia, ilmuwan dan insinyur Iran didorong untuk berinovasi karena keterbatasan akses terhadap teknologi luar negeri. Akibatnya, Iran kini mampu memproduksi berbagai sistem persenjataan sendiri, mulai dari rudal hingga drone militer. Kemandirian tersebut bahkan membuat Iran mampu mengekspor teknologi militer ke negara lain.

Industri Pertahanan Tumbuh di Tengah Sanksi

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran diketahui menjadi salah satu pemasok drone dan rudal yang cukup diperhitungkan di dunia. Beberapa laporan menyebut teknologi drone Iran digunakan dalam konflik global, termasuk dalam perang antara Rusia dan Ukraina yang meletus sejak Invasi Rusia ke Ukraina 2022.

Selain itu, kekuatan militer Iran juga dinilai tidak bisa diremehkan. Berdasarkan data Global Firepower, Iran berada di peringkat ke-16 dari 145 negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Sementara itu Israel berada di peringkat ke-14, sedangkan Amerika Serikat masih menempati posisi pertama.

Ideologi Perlawanan Jadi Faktor Penting

Selain faktor teknologi dan industri pertahanan, ketahanan Iran juga dipengaruhi oleh ideologi politik yang menekankan perlawanan terhadap dominasi Barat. Nilai tersebut ditanamkan dalam sistem pendidikan dan kebijakan negara sehingga mendorong masyarakat untuk mengembangkan kemandirian nasional.

Kombinasi antara tekanan eksternal, inovasi teknologi domestik, dan ideologi politik itulah yang membuat Iran tetap mampu bertahan meski menghadapi embargo internasional selama puluhan tahun.

Di tengah konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel, faktor-faktor tersebut kembali menjadi fondasi utama ketahanan Teheran dalam menghadapi tekanan global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Makin Dekati Level Psikologis! Dibuka Melemah 56 Poin

    Rupiah Makin Dekati Level Psikologis! Dibuka Melemah 56 Poin

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali anjlok pada perdagangan Senin (20/7/2026). Rupiah dibuka melemah 56 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.977 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan tersebut membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah masih berada di posisi Rp17.921 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar […]

  • Trump Dikritik Usai Minta Bantuan China di Selat Hormuz, Demokrat: Tanda Putus Asa

    Trump Dikritik Usai Minta Bantuan China di Selat Hormuz, Demokrat: Tanda Putus Asa

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kritik tajam setelah meminta bantuan China untuk mengatasi ketegangan di Selat Hormuz yang ditutup Iran di tengah konflik kawasan Timur Tengah. Kritik tersebut salah satunya datang dari Senator Partai Demokrat Chuck Schumer yang menilai langkah Trump sebagai bentuk kebijakan luar negeri yang tidak konsisten. Schumer menyindir permintaan […]

  • Pemerintah Matangkan 9 Langkah Menuju Penerapan Zero ODOL 2027

    Pemerintah Matangkan 9 Langkah Menuju Penerapan Zero ODOL 2027

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan kebijakan zero over dimension over load (ODOL) atau bebas truk obesitas akan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2027. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, tidak akan ada lagi penundaan dalam pelaksanaannya. “Kita berkomitmen agar mulai 1 Januari 2027, kebijakan zero ODOL benar-benar diterapkan […]

  • emas batangan

    Sejumlah Nama Baru Masuk Daftar Orang Terkaya di Indonesia

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sepuluh besar orang terkaya Indonesia versi Forbes pada Desember 2025 mengalami perubahan. Bahkan jika daftar itu diperpanjang lagi, bermunculan nama baru. Sementara dari daftar 10 orang terkaya Indonesia, beberapa nama melorot dari daftar. Menurut Forbes sebagaimana dilansir Kompas.com, Senin (15/12) penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 17 persen sepanjang tahun ini turut […]

  • 5 Makanan Efektif Perbaiki Fungsi Ginjal Secara Alami

    5 Makanan Efektif Perbaiki Fungsi Ginjal Secara Alami

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ginjal adalah organ penting yang berperan menyaring darah, membuang racun, serta menjaga keseimbangan cairan. Ketika fungsinya menurun, tubuh dapat mengalami gangguan metabolisme serius hingga memicu penyakit kronis. Karena itu, menjaga kesehatan ginjal melalui pola makan merupakan langkah sederhana namun sangat penting. Sejumlah makanan tertentu diketahui mengandung nutrisi, antioksidan, dan senyawa anti-inflamasi yang bisa […]

  • Target Ambisius Bahlil: Program B50 dan RDMP Balikpapan Diyakini Hentikan Impor Solar pada 2026

    Target Ambisius Bahlil: Program B50 dan RDMP Balikpapan Diyakini Hentikan Impor Solar pada 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah optimistis Indonesia dapat menghentikan impor solar sepenuhnya pada 2026 seiring keberhasilan program mandatori biodiesel dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. Keyakinan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pemaparan capaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025. Bahlil menyebut, penerapan biodiesel B40 yang telah berjalan serta rencana uji coba […]

expand_less