Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyorot ketahanan Iran. Di tengah konflik terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel, negara itu dinilai tetap mampu memberikan perlawanan kuat meski telah menghadapi embargo internasional hampir setengah abad.

Sejak Revolusi Iran 1979, Iran menjadi salah satu negara yang paling lama menghadapi sanksi ekonomi dari Barat, terutama dari Amerika Serikat. Namun hingga kini, tekanan ekonomi tersebut belum sepenuhnya mampu melumpuhkan kekuatan politik dan militernya.

Embargo Dimulai Sejak Revolusi 1979

Setelah revolusi yang menggulingkan rezim Shah pada 1979, Washington mulai menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Iran.

Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset, embargo perdagangan terutama minyak, pembatasan akses sistem keuangan internasional seperti SWIFT, hingga larangan ekspor senjata.

Tujuannya adalah menekan program nuklir serta kekuatan militer Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Tekanan internasional semakin kuat ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2006 mulai memberlakukan sanksi tambahan terkait program nuklir Teheran. Puncaknya terjadi pada 2010 ketika Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi DK PBB 1929 yang memperketat embargo terhadap Iran. Sanksi tersebut berdampak besar pada ekonomi Iran, terutama sektor energi dan sistem perbankan.

Embargo Justru Mendorong Kemandirian

Meski tekanan ekonomi berlangsung selama puluhan tahun, Iran justru mampu mengembangkan berbagai sektor strategis secara mandiri. Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Sya’roni Rofii, menilai embargo membuat Iran terpaksa mengembangkan teknologi dalam negeri, termasuk di sektor pertahanan.

Menurut dia, ilmuwan dan insinyur Iran didorong untuk berinovasi karena keterbatasan akses terhadap teknologi luar negeri. Akibatnya, Iran kini mampu memproduksi berbagai sistem persenjataan sendiri, mulai dari rudal hingga drone militer. Kemandirian tersebut bahkan membuat Iran mampu mengekspor teknologi militer ke negara lain.

Industri Pertahanan Tumbuh di Tengah Sanksi

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran diketahui menjadi salah satu pemasok drone dan rudal yang cukup diperhitungkan di dunia. Beberapa laporan menyebut teknologi drone Iran digunakan dalam konflik global, termasuk dalam perang antara Rusia dan Ukraina yang meletus sejak Invasi Rusia ke Ukraina 2022.

Selain itu, kekuatan militer Iran juga dinilai tidak bisa diremehkan. Berdasarkan data Global Firepower, Iran berada di peringkat ke-16 dari 145 negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Sementara itu Israel berada di peringkat ke-14, sedangkan Amerika Serikat masih menempati posisi pertama.

Ideologi Perlawanan Jadi Faktor Penting

Selain faktor teknologi dan industri pertahanan, ketahanan Iran juga dipengaruhi oleh ideologi politik yang menekankan perlawanan terhadap dominasi Barat. Nilai tersebut ditanamkan dalam sistem pendidikan dan kebijakan negara sehingga mendorong masyarakat untuk mengembangkan kemandirian nasional.

Kombinasi antara tekanan eksternal, inovasi teknologi domestik, dan ideologi politik itulah yang membuat Iran tetap mampu bertahan meski menghadapi embargo internasional selama puluhan tahun.

Di tengah konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel, faktor-faktor tersebut kembali menjadi fondasi utama ketahanan Teheran dalam menghadapi tekanan global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kylian Mbappe Bantah Isu Konflik dengan Xabi Alonso di Real Madrid

    Kylian Mbappe Bantah Isu Konflik dengan Xabi Alonso di Real Madrid

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, akhirnya buka suara terkait rumor ketegangan antara sejumlah pemain Los Blancos dengan sang pelatih, Xabi Alonso. Penyerang timnas Prancis itu menegaskan bahwa kabar miring tersebut tidak benar dan menyebut skuad Madrid tetap kompak dalam menjalani musim 2025/2026. Isu konflik internal muncul setelah performa Real Madrid sempat menurun dalam […]

  • Cuan Emas Antam Tergerus Lagi, Harga Anjlok Rp15 Ribu

    Cuan Emas Antam Tergerus Lagi, Harga Anjlok Rp15 Ribu

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali jatuh. Kini harga logam mulia tersebut dibanderol Rp2.565.000 per gram. Mengutip laman Logam Mulia, Kamis (8/10/2026), harga emas Antam hari ini anjlok Rp15.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, emas Antam masih berada di level Rp2.580.000 per gram. Akibat penurunan tersebut membuat harga buyback atau pembelian kembali emas Antam […]

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini Mandek, UBS-Antam-Galeri24 Tak Bergerak

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini Mandek, UBS-Antam-Galeri24 Tak Bergerak

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau stagnan pada perdagangan Senin (15/6/2026). Tiga produk logam mulia yang dijual, yakni Emas UBS, Emas Antam, dan Emas Galeri24, kompak tidak bergerak. Harganya sama seperti sehari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS bertahan di angka Rp2.709.000 per gram. Sementara itu, emas Antam masih […]

  • Anggota DPR Sebut Impor 105.000 Pikap India oleh Agrinas Tak Pernah Dibahas di DPR

    Anggota DPR Sebut Impor 105.000 Pikap India oleh Agrinas Tak Pernah Dibahas di DPR

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyatakan, rencana impor 105.000 mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) tidak pernah dibahas dalam rapat bersama DPR. Menurut Herman, dalam beberapa kali pertemuan antara Komisi VI dan pihak Agrinas, pembahasan hanya berfokus pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk alokasi anggaran […]

  • Kopdes Merah Putih Metuk Boyolali Jadi Percontohan Nasional Gerakan Koperasi Desa

    Kopdes Merah Putih Metuk Boyolali Jadi Percontohan Nasional Gerakan Koperasi Desa

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Ferry Juliantono menyebut Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Metuk di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dapat menjadi percontohan nasional bagi koperasi desa dan kelurahan lainnya di seluruh Indonesia. “Koperasi ini bahkan telah melampaui standar. Dengan bangunan fisik dan operasionalisasi seluruh yang disampaikan Presiden, di antaranya punya […]

  • 7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Epilepsi, Bisa Picu Kejang Tanpa Disadari

    7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Epilepsi, Bisa Picu Kejang Tanpa Disadari

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mengelola epilepsi ternyata tidak hanya soal rutin minum obat. Pola makan juga punya peran besar dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil dan mencegah kejang. Banyak yang belum tahu, beberapa jenis makanan justru bisa memicu kejang atau mengganggu kerja obat epilepsi di dalam tubuh. Karena itu, penting bagi penderita epilepsi maupun keluarga untuk […]

expand_less