Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyorot ketahanan Iran. Di tengah konflik terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel, negara itu dinilai tetap mampu memberikan perlawanan kuat meski telah menghadapi embargo internasional hampir setengah abad.

Sejak Revolusi Iran 1979, Iran menjadi salah satu negara yang paling lama menghadapi sanksi ekonomi dari Barat, terutama dari Amerika Serikat. Namun hingga kini, tekanan ekonomi tersebut belum sepenuhnya mampu melumpuhkan kekuatan politik dan militernya.

Embargo Dimulai Sejak Revolusi 1979

Setelah revolusi yang menggulingkan rezim Shah pada 1979, Washington mulai menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Iran.

Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset, embargo perdagangan terutama minyak, pembatasan akses sistem keuangan internasional seperti SWIFT, hingga larangan ekspor senjata.

Tujuannya adalah menekan program nuklir serta kekuatan militer Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Tekanan internasional semakin kuat ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2006 mulai memberlakukan sanksi tambahan terkait program nuklir Teheran. Puncaknya terjadi pada 2010 ketika Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi DK PBB 1929 yang memperketat embargo terhadap Iran. Sanksi tersebut berdampak besar pada ekonomi Iran, terutama sektor energi dan sistem perbankan.

Embargo Justru Mendorong Kemandirian

Meski tekanan ekonomi berlangsung selama puluhan tahun, Iran justru mampu mengembangkan berbagai sektor strategis secara mandiri. Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Sya’roni Rofii, menilai embargo membuat Iran terpaksa mengembangkan teknologi dalam negeri, termasuk di sektor pertahanan.

Menurut dia, ilmuwan dan insinyur Iran didorong untuk berinovasi karena keterbatasan akses terhadap teknologi luar negeri. Akibatnya, Iran kini mampu memproduksi berbagai sistem persenjataan sendiri, mulai dari rudal hingga drone militer. Kemandirian tersebut bahkan membuat Iran mampu mengekspor teknologi militer ke negara lain.

Industri Pertahanan Tumbuh di Tengah Sanksi

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran diketahui menjadi salah satu pemasok drone dan rudal yang cukup diperhitungkan di dunia. Beberapa laporan menyebut teknologi drone Iran digunakan dalam konflik global, termasuk dalam perang antara Rusia dan Ukraina yang meletus sejak Invasi Rusia ke Ukraina 2022.

Selain itu, kekuatan militer Iran juga dinilai tidak bisa diremehkan. Berdasarkan data Global Firepower, Iran berada di peringkat ke-16 dari 145 negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Sementara itu Israel berada di peringkat ke-14, sedangkan Amerika Serikat masih menempati posisi pertama.

Ideologi Perlawanan Jadi Faktor Penting

Selain faktor teknologi dan industri pertahanan, ketahanan Iran juga dipengaruhi oleh ideologi politik yang menekankan perlawanan terhadap dominasi Barat. Nilai tersebut ditanamkan dalam sistem pendidikan dan kebijakan negara sehingga mendorong masyarakat untuk mengembangkan kemandirian nasional.

Kombinasi antara tekanan eksternal, inovasi teknologi domestik, dan ideologi politik itulah yang membuat Iran tetap mampu bertahan meski menghadapi embargo internasional selama puluhan tahun.

Di tengah konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel, faktor-faktor tersebut kembali menjadi fondasi utama ketahanan Teheran dalam menghadapi tekanan global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako Jambi 18 Juni 2026 Stabil, Cabai Rawit Hijau Turun Tajam 22,73 Persen

    Harga Sembako Jambi 18 Juni 2026 Stabil, Cabai Rawit Hijau Turun Tajam 22,73 Persen

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sembako di Kota Jambi terpantau relatif stabil pada Kamis, 18 Juni 2026. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas komoditas pokok di Pasar Angso Duo tidak mengalami perubahan harga signifikan. Komoditas beras, yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, masih bertahan di kisaran Rp15.000 hingga Rp15.400 per kilogram. Sementara beras operasi pasar […]

  • Rupiah Melemah Pagi Ini, Sentuh Rp16.700 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Pagi Ini, Sentuh Rp16.700 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pagi ini, Selasa (11/11/2025). Rupiah dibuka melemah 46 poin atau 0,28 persen menjadi Rp16.700 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.654 per dolar AS. Rupiah melemah bersama sejumlah mata uang Asia lainnya. Sementara indeks dolar AS menguat 0,10 persen ke 99,68. Yen Jepang […]

  • Sarmadoli Makin Tak Terkejar! Tinggal Satu Babak Lagi Menuju Juara Jambi Chess Tournament

    Sarmadoli Makin Tak Terkejar! Tinggal Satu Babak Lagi Menuju Juara Jambi Chess Tournament

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Singgasana klasemen sementara Jambi Chess Tournament Season 2 2026 masih menjadi milik MN Sarmadoli Siringo Ringo. Hingga babak kedelapan, pecatur andalan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) itu belum tergoyahkan. Sarmadoli kini mengoleksi 20 poin. Posisi tersebut membuat peluangnya untuk mengangkat trofi juara Season 2 semakin terbuka lebar. Namun, jalan menuju gelar juara tidak […]

  • Harga Emas Pegadaian Anjlok Serentak! Antam Jeblok Rp31 Ribu, UBS dan Galeri24 Segini

    Harga Emas Pegadaian Anjlok Serentak! Antam Jeblok Rp31 Ribu, UBS dan Galeri24 Segini

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual melalui Pegadaian serentak anjlok. Tiga jenama logam mulia yang menjadi pilihan masyarakat sama-sama mengalami koreksi pada perdagangan Sabtu (5/9/2026). Penurunan paling tajam terjadi pada emas produksi Antam. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas Antam hari ini merosot Rp31.000 per gram. Kini, harga emas Antam di Pegadaian berada di level […]

  • Investasi RI Kuartal I 2026 Tembus Rp498,8 Triliun, Pertumbuhan Melambat ke 7,2% di Tengah Tekanan Global

    Investasi RI Kuartal I 2026 Tembus Rp498,8 Triliun, Pertumbuhan Melambat ke 7,2% di Tengah Tekanan Global

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai Rp 498,8 triliun. Meski tetap tumbuh, lajunya melambat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan pertumbuhan investasi hanya sebesar 7,2 persen secara tahunan (year on year/yoy), turun dari capaian 15,9 persen pada kuartal I 2025. […]

  • Danantara Pangkas Jumlah BUMN, Pegawai Dipastikan Tak Kena PHK

    Danantara Pangkas Jumlah BUMN, Pegawai Dipastikan Tak Kena PHK

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mempercepat rencana konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan memangkas jumlah entitas perusahaan. Meski demikian, Danantara memastikan langkah tersebut tidak akan disertai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawai BUMN. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kebijakan konsolidasi dilakukan dengan mengedepankan perlindungan tenaga kerja. […]

expand_less