Rupiah Menguat Jadi Rp16.851 per Dolar AS
- account_circle -
- calendar_month 17 menit yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2026). Rupiah bergerak menguat 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.851 per dolar AS.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2026).
Mengutip dari Antara, rupiah bergerak menguat 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.851 per dolar AS. Sedangkan, indeks dolar AS stagnan di 98,83.
Pada penutupan pasar Selasa (10/3/2026) kemarin, rupiah ditutup menguat 87 poin ke level Rp16.863. Dalam intraday perdagangan, rupiah bahkan sempat terapresiasi 95 poin terhadap greenback.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah seiring penurunan cukup besar pada harga minyak.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan yang cukup besar pada harga minyak,” katanya.
Mengutip Anadolu, patokan internasional minyak mentah Brent sempat diperdagangkan 87,6 dolar AS per barel, dan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di kisaran 84,2 dolar AS per barel.
Angka ini menurun setelah sempat melonjak di atas 119 dolar AS per barel pada Senin (9/3) terkait kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz yang terkait dengan perang Iran dengan AS-Israel.
“Ada harapan dari pernyataan Trump yang akan mengamankan Selat Hormuz, dan pernyataannya bahwa perang akan berakhir tidak lama lagi, walau belum tentu hal ini terjadi, namun memberikan sentimen yang positif,” ungkap dia.
Di sisi lain, dia juga menyampaikan bahwa perang yang masih berlangsung akan terus membebani rupiah.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua


Saat ini belum ada komentar