Tekanan Global Seret Pasar Kripto: Harga Bitcoin Jeblok!
- account_circle -
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Pasar kripto dan Harga Bitcoin (BTC) jeblok pada perdagangan Rabu (4/2/2026) pagi. Harga Bitcoin terlihat jatuh 3,7% ke US$ 75.799 per koin atau sekitar Rp 1,27 miliar (kurs Rp 16.766).(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Pasar kripto dan Harga Bitcoin jeblok pada perdagangan Rabu (4/2/2026) pagi. Tekanan di pasar kripto berjalan seiring dengan pelemahan indeks-indeks saham Wall Street.
Berdasarkan data Coinmarketcap dilansir Investor.id pukul 06.35 WIB, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 3,29% menjadi US$ 2,56 triliun. Harga Bitcoin terlihat jatuh 3,7% ke US$ 75.799 per koin atau sekitar Rp 1,27 miliar (kurs Rp 16.766) pada saat berita ini ditulis.
Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar di pasar, terkoreksi 3,53%. Dengan Ethereum ambles 4,52% ke US$ 2.240, Binance (BNB) terpangkas 2,23% ke US$ 756, Solana (SOL) anjlok 6,25% ke US$ 98, XRP melemah 2,61% ke US$ 1,57, dan Dogecoin (DOGE) turun 2,1% ke US$ 0,1.
Dikutip dari CoinDesk, harga Bitcoin dan aset kripto utama sempat terjun bebas pada perdagangan Selasa waktu Amerika Serikat (AS), seiring gelombang jual besar-besaran di pasar global yang menyeret sektor teknologi dan keuangan. Namun, tekanan tersebut mulai mereda menjelang akhir perdagangan setelah pemerintah AS memastikan berakhirnya sebagian penutupan pemerintahan (government shutdown).
Bitcoin sempat anjlok hingga ke level terendah US$ 72.800, posisi terlemahnya sejak sebelum kemenangan Donald Trump pada pemilu presiden AS November 2024. Tekanan jual dipicu sentimen risk-off yang meluas, seiring aksi jual tajam saham teknologi, software, hingga private equity di Wall Street.
Pada titik terendahnya, Bitcoin tercatat jatuh lebih dari 5% dan nyaris menyentuh level terendah akhir pekan lalu di kisaran US$ 74.600. Ethereum turut tertekan dan turun hingga 6,5% ke area US$ 2.200, sementara Solana sempat tergelincir di bawah US$ 100. Aset kripto besar lain seperti XRP juga mencatat penurunan searah.
Tekanan di pasar kripto berjalan seiring dengan pelemahan bursa saham AS. Indeks Nasdaq sempat anjlok hingga 2%, sementara S&P 500 turun lebih dari 1%, dipicu aksi jual di saham-saham teknologi besar, perusahaan software, serta emiten private equity seperti Blackstone, KKR, dan Apollo.
Namun, tekanan mulai mereda setelah DPR AS secara tipis meloloskan paket pendanaan pemerintah dengan suara 217 banding 214. Keputusan ini membuka jalan bagi berakhirnya partial shutdown, sembari menunggu pengesahan Presiden Donald Trump.
Sentimen tersebut membantu memangkas penurunan di pasar kripto. Bitcoin berhasil memangkas sebagian kerugian dan diperdagangkan di kisaran US$ 74.800, meski masih turun sekitar 4,5% dalam 24 jam terakhir. Ethereum berada di sekitar US$ 2.181, masih melemah, tetapi jauh dari level terendah harian.
Meski demikian, tekanan jangka menengah masih membayangi. Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, menilai pasar kripto telah memasuki fase ‘crypto winter’ sejak Januari 2025, menyerupai periode pasar bearish besar sebelumnya pada 2018 dan 2022.
Namun, Hougan menilai sisi positifnya, fase pelemahan panjang tersebut bisa mendekati titik akhir. Jika mengacu pada pola historis, pasar kripto berpeluang menemukan dasar harga dalam beberapa pekan ke depan.
“Di akhir crypto winter, yang terasa biasanya adalah keputusasaan dan kelelahan pasar—dan suasana itu sangat mirip dengan kondisi saat ini,” ujar Hougan.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua


Saat ini belum ada komentar