Rupiah Belum Pulih, Tertekan ke Level Rp17.813 per Dolar AS
- account_circle -
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Kurs rupiah terhadap dolar AS .
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (22/6/2026). Mata uang Indonesia melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp17.813 per dolar Amerika Serikat (AS).
Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.804 per dolar AS. Dalam sepekan terakhir, rupiah tercatat sudah melemah 95 poin. Mata uang domestik itu bergerak dari level Rp17.709 hingga Rp17.804 sepanjang periode 15–19 Juni 2026, menunjukkan tekanan yang belum mereda di pasar valuta asing.
Mengutip dari MarketScreener, rupiah melemah saat dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang global pada Senin (22/6/2026), karena ketidakpastian menyelimuti kesepakatan damai sementara AS-Iran. Hal ini menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump untuk memulai kembali perang di Timur Tengah dan pengumuman Iran bahwa mereka telah menutup Selat Hormuz.
Sementara mata uang euro melemah 0,1 persen menjadi $ 1,1462 per dolar AS. Dolar Australia terakhir turun 0,19 persen menjadi $ 0,70035 per dolar AS. Sementara dolar Selandia Baru terakhir diperdagangkan pada $ 0,573 per dolar AS.
Adapun yen Jepang yang juga merosot ke 161,53 per dolar AS, mendekati level terendah dua tahun yang dicapai pekan lalu.
“Pada akhirnya, yang penting bagi pasar adalah arus kargo melalui Selat Hormuz,” ungkap Chris Weston, kepala riset di Pepperstone.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
