Rabu, 15 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indonesia kian memainkan peran strategis di pasar pupuk global. Di tengah krisis pasokan dan lonjakan harga dunia, pupuk urea produksi dalam negeri menjadi incaran sejumlah negara.

Kondisi geopolitik global, termasuk terganggunya jalur distribusi internasional, mendorong kenaikan harga urea secara signifikan. Pada awal April 2026, harga urea tercatat mencapai sekitar 690 dolar AS hingga 701 dolar AS per ton, meningkat tajam dibandingkan kisaran 350–380 dolar AS per ton pada awal Januari 2026.

Situasi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen utama yang mampu menjaga stabilitas pasokan global. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan bahwa sejumlah negara seperti India, Australia, dan Filipina mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan pupuk urea.

“Kondisi ini membuat banyak negara membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita merupakan salah satu produsen terbesar di dunia,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengatakan kapasitas produksi pupuk nasional mencapai 14,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, produksi urea mencapai 9,4 juta ton.

Menurut dia, kapasitas tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memanfaatkan peluang ekspor.

“Dari total kapasitas produksi urea, Indonesia dapat mengekspor sekitar 1,5 juta hingga 2 juta ton, tergantung pada kebutuhan dalam negeri,” kata Rahmad.

Ia menegaskan, kebijakan ekspor tetap mengacu pada arahan pemerintah dengan prioritas utama menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri.

Kenaikan harga dan terbatasnya pasokan global membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar ekspor. Selain memberikan tambahan devisa, ekspor pupuk juga memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.

Di sisi lain, pemerintah tetap menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor.

Dengan kapasitas produksi yang besar serta dukungan efisiensi industri, Indonesia dinilai berpotensi menjadi salah satu penopang utama pasokan pupuk dunia di tengah ketidakpastian global.

Indonesia kian memainkan peran strategis di pasar pupuk global. Di tengah krisis pasokan dan lonjakan harga dunia, pupuk urea produksi dalam negeri menjadi incaran sejumlah negara.

Kondisi geopolitik global, termasuk terganggunya jalur distribusi internasional, mendorong kenaikan harga urea secara signifikan. Pada awal April 2026, harga urea tercatat mencapai sekitar 690 dolar AS hingga 701 dolar AS per ton, meningkat tajam dibandingkan kisaran 350–380 dolar AS per ton pada awal Januari 2026.

Situasi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen utama yang mampu menjaga stabilitas pasokan global.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan bahwa sejumlah negara seperti India, Australia, dan Filipina mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan pupuk urea.

“Kondisi ini membuat banyak negara membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita merupakan salah satu produsen terbesar di dunia,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengatakan kapasitas produksi pupuk nasional mencapai 14,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, produksi urea mencapai 9,4 juta ton.

Menurut dia, kapasitas tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memanfaatkan peluang ekspor.

“Dari total kapasitas produksi urea, Indonesia dapat mengekspor sekitar 1,5 juta hingga 2 juta ton, tergantung pada kebutuhan dalam negeri,” kata Rahmad.

Ia menegaskan, kebijakan ekspor tetap mengacu pada arahan pemerintah dengan prioritas utama menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jasa Marga Buka Mudik Gratis 2026, Pendaftaran Mulai 25 Februari, Ini Syarat dan Rutenya

    Jasa Marga Buka Mudik Gratis 2026, Pendaftaran Mulai 25 Februari, Ini Syarat dan Rutenya

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membuka pendaftaran program Mudik Gratis 2026 mulai Rabu (25/2/2026) pukul 09.00 WIB hingga kuota terpenuhi. Program ini dijadwalkan berangkat pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 06.00 WIB dengan sejumlah kota tujuan di Pulau Jawa. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi mudikgratis.jasamarga.co.id. Program mudik gratis ini melayani lima […]

  • Menkeu Purbaya Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia di Era SBY dan Jokowi

    Menkeu Purbaya Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia di Era SBY dan Jokowi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia dalam 20 tahun terakhir berjalan tidak seimbang. Dalam pandangannya, baik di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Joko Widodo (Jokowi), pertumbuhan ekonomi nasional terlalu bergantung pada satu mesin saja. Menurut Purbaya, pada masa pemerintahan SBY, fokus utama diarahkan pada pengembangan sektor swasta, sementara […]

  • IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

    IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah lembaga keuangan internasional seperti IMF, Bank Dunia, OECD, dan Japan Credit Rating Agency (JCR) kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 di bawah 5 persen, lebih rendah dari target pemerintah yang menargetkan pertumbuhan minimal di angka tersebut. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian perdagangan, tarif impor Amerika Serikat, dan lemahnya permintaan ekspor […]

  • Harga Minyak Naik 3%, Badai Musim Dingin Lumpuhkan Produksi AS

    Harga Minyak Naik 3%, Badai Musim Dingin Lumpuhkan Produksi AS

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Selasa atau Rabu (28/1/2026) waktu Jakarta. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) akibat badai musim dingin yang melumpuhkan infrastruktur energi dan menghentikan ekspor minyak mentah dari Pantai Teluk AS. Mengutip CNBC, harga minyak Brent naik USD 1,98 atau 3,02 persen dan […]

  • Kurs Rupiah Hari Ini, Menguat Tipis!

    Kurs Rupiah Hari Ini, Menguat Tipis!

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Selasa (3/3/2026). Berdasarkan data pasar uang, rupiah bergerak menguat sebesar 7 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp16.861 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp16.868 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,14% ke level 98,52. Direktur […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini Cenderung Berawan, Waspada Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Jambi Hari Ini Cenderung Berawan, Waspada Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Provinsi Jambi pada hari ini, Sabtu (25/10), akan didominasi kondisi berawan, dengan potensi hujan ringan di beberapa kabupaten seperti Kerinci, Merangin, Tebo, dan Tanjung Jabung Barat. Cuaca Jambi hari ini cenderung stabil, namun warga tetap diimbau waspada terhadap potensi hujan ringan pada malam hari, […]

expand_less