Pupuk Indonesia Gandeng Aljazair demi Harga Pupuk Lebih Murah untuk Petani
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Kam, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan tambang fosfat Aljazair, Somiphos, dengan PT Pupuk Indonesia (Persero), yang disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Republik Indonesia terus memperkuat strategi ketahanan pangan nasional dengan mengamankan pasokan bahan baku pupuk. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan tambang fosfat Aljazair, Somiphos, dengan PT Pupuk Indonesia (Persero), yang disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.
Wamentan Sudaryono menegaskan, kerja sama internasional ini bertujuan menekan biaya produksi pupuk sehingga harga pupuk bagi petani bisa lebih murah dan terjangkau. Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir memastikan pupuk tersedia tepat waktu, cukup, dan terjangkau.
“Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret memperkuat hulu industri pupuk nasional. Dengan biaya produksi yang lebih efisien, harga pupuk bagi petani bisa ditekan,” ujar Sudaryono.
MoU ditandatangani oleh Direktur Utama Somiphos Mokhtar Lakhal dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, serta disaksikan Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab. Kerja sama ini mencakup kajian pasokan fosfat, peluang investasi penambangan, hingga pengembangan industri pengolahan fosfat.
Fosfat merupakan bahan baku strategis dalam produksi pupuk yang berperan penting meningkatkan produktivitas pertanian. Selama ini, ketergantungan impor bahan baku menjadi salah satu faktor utama tingginya biaya pupuk di dalam negeri.
Sudaryono menilai, penguasaan sumber bahan baku di negara asal akan memperkuat ketahanan pangan nasional dan melindungi petani sebagai tulang punggung sektor pertanian. Bahkan, meski saat ini pemerintah telah memberikan diskon harga pupuk hingga 20 persen, kerja sama ini diharapkan mampu menekan harga lebih jauh ke depan.
“Ke depan, kita ingin tidak hanya membeli bahan baku, tapi juga menguasai sumbernya. Dengan begitu, pupuk bisa tersedia dalam jumlah cukup, kualitas lebih baik, dan harganya semakin terjangkau,” tegas Sudaryono.
Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui kemitraan strategis dengan negara sahabat demi menjaga kesinambungan pasokan bahan baku pupuk.
Kerja sama yang berlaku selama 18 bulan ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi industri pupuk nasional serta mendukung target swasembada pangan Indonesia.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar