Puasa Ramadan 2026 di Arab Saudi Diperkirakan Mulai 19 Februari
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 9 Feb 2026
- comment 0 komentar

Jamaah Masjid Nabawi
JAMBISNIS.COM – Umat Islam di Arab Saudi diperkirakan akan memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan tersebut didasarkan pada perhitungan astronomi yang dilakukan Departemen Astronomi dan Ilmu Antariksa Universitas King Abdulaziz.
Departemen tersebut menyebutkan awal Ramadan kemungkinan jatuh pada 19 Februari, berdasarkan perhitungan fase bulan dan parameter astronomi tertentu. Meski demikian, penetapan resmi tetap menunggu hasil rukyat hilal yang biasanya diumumkan pemerintah Arab Saudi satu hari menjelang puasa.
“Diperkirakan akan dimulai pada hari Kamis, 19 Februari, berdasarkan pengamatan astronomi,” demikian dikutip dari laporan yang dimuat laman Times of Riyadh.
Namun, pihak universitas menegaskan potensi perbedaan penetapan awal Ramadan masih mungkin terjadi, meski diperkirakan tidak akan melampaui selisih satu hingga dua hari. Hal tersebut bergantung pada hasil pengamatan langsung terhadap penampakan bulan sabit.
Sejalan dengan itu, Presiden Masyarakat Astronomi Emirat, Ibrahim Al Jarwan, juga memprediksi awal puasa Ramadan 2026 jatuh pada 19 Februari. Ia menyebut bulan sabit Ramadan diperkirakan muncul pada Selasa, 17 Februari 2026, dan terbenam sekitar satu menit setelah matahari terbenam.
Jika penampakan hilal dikonfirmasi, Ramadan 2026 diperkirakan berlangsung selama 29 atau 30 hari. Bila berlangsung 29 hari, Idul Fitri kemungkinan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Arab Saudi selama ini menetapkan awal Ramadan melalui penggabungan metode hisab dan rukyat, dengan keputusan akhir berada di tangan pemerintah. Penetapan tersebut kerap menjadi rujukan bagi sejumlah negara Muslim lainnya.
Tahun ini, durasi puasa di Arab Saudi diperkirakan relatif lebih singkat, sekitar 12 hingga 13 jam per hari, seiring posisi matahari yang lebih rendah dan suhu yang diprediksi lebih sejuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar