Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pertamina Ubah Susunan Direksi, Mega Satria Ditunjuk Jadi Direktur Keuangan

Pertamina Ubah Susunan Direksi, Mega Satria Ditunjuk Jadi Direktur Keuangan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) melakukan perubahan susunan jajaran direksi. Dalam perombakan tersebut, Mega Satria ditunjuk sebagai Direktur Keuangan Pertamina, menggantikan Emma Sri Martini. Berdasarkan keterangan yang tercantum di situs resmi Pertamina, Emma Sri Martini kini menempati posisi baru sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron membenarkan adanya perubahan susunan direksi tersebut. Ia menyampaikan bahwa informasi perubahan kepengurusan perusahaan disampaikan secara resmi melalui laman Pertamina.

“Untuk perubahan kepengurusan perusahaan disampaikan melalui website perusahaan,” ujar Baron saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Mega Satria bukan sosok baru di lingkungan BUMN. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga. Selain itu, Mega juga memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan dan transportasi nasional.

Ia tercatat pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Direktur Keuangan PT Bukit Asam Tbk, serta Chief Financial Officer PT Citilink Indonesia.

Dari sisi pendidikan, Mega Satria meraih gelar Sarjana Administrasi Bisnis dari Wichita State University, Amerika Serikat pada 1998. Ia kemudian melanjutkan studi dan memperoleh gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA) dari Loyola University of Chicago pada 1999.

Dengan perubahan ini, berikut susunan lengkap Dewan Direksi PT Pertamina (Persero):

  • Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri
  • Wakil Direktur Utama: Oki Muraza
  • Direktur Keuangan: Mega Satria
  • Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha: Emma Sri Martini
  • Direktur Penunjang Bisnis: M. Erry Sugiharto
  • Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
  • Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis: Agung Wicaksono
  • Direktur Logistik dan Infrastruktur: Jaffee Arizon Suardin
  • Direktur Sumber Daya Manusia: Andy Arvianto

Perubahan jajaran direksi ini diharapkan dapat memperkuat kinerja keuangan dan transformasi bisnis Pertamina di tengah tantangan industri energi nasional maupun global.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Resmi Operasikan Smart Microgrid Hijau di Nusa Penida

    PLN Resmi Operasikan Smart Microgrid Hijau di Nusa Penida

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan Smart Microgrid Nusa Penida, sebuah sistem kelistrikan cerdas berbasis digital dan energi hijau yang mampu mengatur pembangkit dan sistem penyimpanan baterai secara otomatis. Infrastruktur ini menjadi langkah strategis PLN untuk menjaga keandalan listrik sekaligus mempercepat transisi energi bersih di kawasan Nusa Penida, Bali. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo […]

  • IHSG Dibuka Loyo ke 8.112 Pagi Ini

    IHSG Dibuka Loyo ke 8.112 Pagi Ini

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada sesi pertama perdagangan Jumat (17/10/2025). IHSG melemah 9,62 poin atau 0,14% ke 8.112,63. Sebanyak 252 saham naik, 144 saham turun dan 201 saham stagnan. Lima indeks sektoral menguat, Sedangkan enam indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang baku […]

  • Rupiah Bangkit, Menguat ke Level Rp16.563 per Dolar AS

    Rupiah Bangkit, Menguat ke Level Rp16.563 per Dolar AS

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah akhirnya menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (14/10/2025). Rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.563 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.573 per dolar AS. Penguatan itu seiring dengan sentimen pasar sedikit membaik berkat harapan negosiasi dagang lanjutan antara AS dan China. Di Asia, mayoritas mata […]

  • Harga Tiket Garuda Indonesia Turun 17-18 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Berlaku 14-29 Maret

    Harga Tiket Garuda Indonesia Turun 17-18 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Berlaku 14-29 Maret

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Garuda Indonesia menurunkan harga tiket penerbangan kelas ekonomi untuk rute domestik pada periode mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini berlaku untuk pembelian tiket mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026, dengan periode penerbangan 14-29 Maret 2026. Penyesuaian harga tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus bagi industri penerbangan nasional guna mendukung kelancaran […]

  • Harga Emas Antam Merosot ke Angka Rp3,023 Juta per Gram

    Harga Emas Antam Merosot ke Angka Rp3,023 Juta per Gram

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam mengalami penurunan tajam hari ini, Rabu (25/2/2026). Penurunan ini merupakan salah satu koreksi harian terdalam sepanjang tahun 2026. Dikutip dari laman Logam Mulia, harga emas Antam merosot sebesar Rp45.000 per gram, membuat harganya kini berada di level Rp3.023.000 per gram dari sebelumnya Rp3.068.000 per gram. Sementara itu, harga beli kembali […]

  • Ketua Apkasi Soroti Pemangkasan Anggaran Daerah, Sebut Pemerintah Alami Resentralisasi Fiskal

    Ketua Apkasi Soroti Pemangkasan Anggaran Daerah, Sebut Pemerintah Alami Resentralisasi Fiskal

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Bursah Zarnubi mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya gejala resentralisasi fiskal di Indonesia. Dalam rancangan APBN 2026, pagu TKD hanya mencapai Rp699 triliun, turun signifikan dari outlook 2025 sebesar Rp864 triliun. Padahal, […]

expand_less