Perkuat Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan, InJourney Targetkan Tekan Emisi 4.000 Ton CO₂e
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menyampaikan bahwa transformasi pariwisata tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan manusia dan lingkungan.
JAMBISNIS.COM – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, menegaskan komitmennya terhadap transformasi hijau dengan menargetkan penurunan emisi karbon hingga 4.000 ton CO₂e. Target tersebut sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap agenda Net Zero Emission Pemerintah Indonesia.
Memasuki tahun keempat perjalanan bisnisnya, InJourney menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama pengembangan aviasi dan pariwisata nasional. Melalui tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, perusahaan mendorong pariwisata sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menyampaikan bahwa transformasi pariwisata tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan manusia dan lingkungan.
“InJourney menjalankan green initiative program di seluruh lingkungan grup untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dengan dampak yang terukur dan konsisten,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).
Salah satu implementasi konkret dilakukan oleh anak usaha InJourney, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), di kawasan The Nusa Dua, Bali. Kawasan ini menerapkan berbagai utilitas hijau seperti Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), sistem pengelolaan sampah terintegrasi, serta pemanfaatan air daur ulang.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyebut penerapan teknologi hijau menjadi fondasi operasional untuk menjaga ketahanan kawasan wisata premium secara berkelanjutan. Fasilitas SWRO di The Nusa Dua mampu memproduksi lebih dari 1,3 juta meter kubik air bersih per tahun, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap air tanah.
Selain itu, entitas ITDC Nusantara Utilitas tercatat sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak konsumsi.
Di luar pengelolaan kawasan wisata, InJourney juga terus melakukan transformasi bandara, pengembangan destinasi prioritas seperti Borobudur, Mandalika, Golo Mori, hingga pengembangan International Medical Tourism di KEK Sanur. Rangkaian inisiatif tersebut memperkuat peran InJourney sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus agen pembangunan berkelanjutan.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar