Peretasan Bank Jakarta: Transaksi Anomali Capai Rp 227 Miliar
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sab, 25 Okt 2025
- comment 0 komentar

Kantor Pusat Bank DKI
JAMBISNIS.COM – Bank Jakarta, sebelumnya bernama Bank DKI, mengalami peretasan serius pada sistem pembayaran BI Fast, menyebabkan transaksi anomali mencapai Rp 227,1 miliar. Insiden ini terjadi beberapa kali sejak 2024, dengan peretasan terakhir dilaporkan pada 29 Maret 2025. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyebut bahwa pihaknya telah membekukan seluruh rekening terkait sejak awal untuk mencegah keluarnya dana ilegal. Meskipun transaksi anomali tercatat sebanyak 807 kali, sistem core banking Bank Jakarta hanya mencatat Rp 18,7 miliar. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan data signifikan antara sistem internal bank dan log settlement transfer.
Bank Jakarta segera mengaktifkan panic button di firewall untuk menghentikan transaksi, dan tim teknis bekerja 24 jam untuk pemulihan sistem. Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menegaskan bahwa semua dana nasabah tetap aman dan tidak terganggu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggapi serius kasus ini. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memutuskan mencopot Direktur IT Bank Jakarta sebagai respons atas gangguan keamanan digital.
Kasus ini menyoroti risiko keamanan perbankan digital di era transaksi online. Pakar keamanan menyarankan bank BUMD meningkatkan audit sistem real-time, pelatihan cybersecurity, dan protokol mitigasi insiden untuk melindungi dana nasabah.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar