Penetapan Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Tunggu Keputusan Presiden Prabowo
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Ming, 26 Okt 2025
- comment 0 komentar

Presiden ke 2 Indonesia Suharto
JAMBISNIS.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai penambahan gelar pahlawan nasional akan ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini termasuk pembahasan mengenai salah satu tokoh yang diusulkan, yakni Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.
“Nanti, ya, nanti itu [penetapan gelar pahlawan] akan ditentukan oleh Presiden,” ujar Fadli Zon saat ditemui awak media, dikutip Minggu (26/10/2025).
Fadli yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) sebelumnya telah menyerahkan 40 nama tokoh nasional untuk dikaji lebih lanjut oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan Pusat (TP2GP). Menurutnya, semakin banyak tokoh yang memperoleh gelar pahlawan, semakin baik pula bagi penghargaan terhadap jasa-jasa pejuang bangsa dari berbagai daerah.
“Lebih banyak, lebih bagus, karena juga ada usulan-usulan dari berbagai provinsi. Banyak tokoh yang sangat pantas menjadi pahlawan, tetapi belum mendapatkan gelar tanda,” jelas Fadli.
Secara statistik, Fadli menyebut dalam satu tahun biasanya terdapat sekitar delapan tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional. Namun jumlah tersebut bisa bertambah, tergantung hasil kajian dan keputusan presiden. Fadli memastikan bahwa kajian nama-nama calon pahlawan nasional akan rampung sebelum 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.
“Jadi nanti tentu kami akan kaji itu sebelum 10 November karena ini dalam rangka Hari Pahlawan,” katanya.
Ia menjelaskan, secara teknis, proses penetapan gelar pahlawan dilakukan secara berjenjang. Usulan dari Kemensos dikaji oleh TP2GP, kemudian hasilnya diserahkan ke GTK untuk didiskusikan lebih lanjut sebelum akhirnya diputuskan oleh Presiden Prabowo. Menanggapi munculnya pro dan kontra di masyarakat terhadap beberapa nama calon pahlawan, termasuk Soeharto, Fadli menilai hal itu sebagai bagian wajar dari dinamika publik.
“Kalau kita lihat di masa-masa lalu juga ada perdebatan. Tapi yang terpenting adalah bagaimana jasa-jasa orang tersebut kepada negara,” ujarnya.
Politikus Partai Gerindra itu juga menambahkan bahwa setiap calon pahlawan telah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat sesuai dengan syarat dan kriteria yang ditetapkan oleh negara.
“Kriteria tokoh-tokoh yang diajukan Kementerian Sosial sudah memenuhi syarat. Namun, sekali lagi, semua keputusan ada di tangan Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar