Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Mulai 2026, Ditjen Pajak Bisa Akses Data E-Wallet hingga Aset Kripto

Mulai 2026, Ditjen Pajak Bisa Akses Data E-Wallet hingga Aset Kripto

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperluas basis pengawasan perpajakan di sektor ekonomi digital. Mulai tahun ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) berwenang mengakses data keuangan yang dikelola penyedia jasa pembayaran (PJP), termasuk e-wallet hingga aset kripto.

Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 108 Tahun 2025, yang menetapkan PJP baik bank maupun lembaga nonbank sebagai Lembaga Simpanan, sepanjang mereka mengelola produk uang elektronik tertentu atau mata uang digital bank sentral.

Dengan ketentuan ini, data rekening dan transaksi pada e-wallet resmi masuk dalam skema pelaporan informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

Aturan tersebut sejalan dengan pembaruan Common Reporting Standard (CRS) oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dalam standar terbaru tersebut, produk uang elektronik tertentu serta mata uang digital bank sentral diperlakukan sebagai bagian dari rekening keuangan yang dapat dipertukarkan informasinya antarnegara.

Tak hanya e-wallet, beleid ini juga membuka akses DJP terhadap aset kripto. Data tersebut diperoleh dari exchange atau penyedia jasa kripto yang ditetapkan sebagai pelapor berdasarkan ketentuan Crypto-Asset Reporting Framework (CARF).

“Direktur Jenderal Pajak berwenang mendapatkan akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan dari Lembaga Keuangan dan PJAK Pelapor CARF,” bunyi Pasal 2 ayat (1) PMK 108/2025.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya praktik under invoicing yang dilakukan sejumlah perusahaan dan berpotensi menyebabkan kebocoran penerimaan negara. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam praktik tersebut dan saat ini tengah menghitung potensi kerugian yang ditimbulkan. “Under invoicing kan banyak, kita sudah kejar. Kita sudah deteksi perusahaan-perusahaan yang […]

  • Ekonomi Indonesia: Diproyeksi Tumbuh 5% pada 2026, Naik 5,2% pada 2027

    Ekonomi Indonesia: Diproyeksi Tumbuh 5% pada 2026, Naik 5,2% pada 2027

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 5% pada 2026, dan 5,2% pada 2027. Pertumbuhan ini lebih rendah dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4%. Meski demikian, Dalam Laporan Bertajuk Fondasi Digital untuk Pertumbuhan oleh Bank Dunia edisi Desember 2025 menyebut, proyeksi pertumbuhan tersebut masih menandakan […]

  • AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

    AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peta kekayaan global terus mengalami pergeseran seiring meluasnya sumber penciptaan kekayaan baru di berbagai kawasan dunia. Laporan terbaru lembaga keuangan global menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan China masih menjadi dua negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia, meskipun laju pertumbuhannya mulai bervariasi antarwilayah. Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan lebih dari 900 miliarder, […]

  • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Galeri24 dan UBS Kompak Susut

    Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Galeri24 dan UBS Kompak Susut

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian kembali turun. Penurunan harga tersebut terlihat pada dua produk unggulan Pegadaian, Galeri24 dan UBS. Keduanya kompak melemah dengan selisih penurunan yang hampir sama. Berdasarkan data terbaru dari laman Sahabat Pegadaian, Jumat (27/3/2026), untuk emas Galeri24 ukuran 1 gram, kini harganya dibanderol Rp2.827.000 per gram. Angka tersebut turun sebesar Rp22.000 […]

  • Harga Emas Antam Anjlok Jelang Idulfitri, Ini Update Terbarunya

    Harga Emas Antam Anjlok Jelang Idulfitri, Ini Update Terbarunya

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mendekati Idul Fitri, harga emas Antam kembali anjlok. Hari ini harga emas Antam turun Rp4.000 menjadi Rp2.988.000 per gram. Sebelumnya, pada Senin (16/3/2026), harga emas Antam masih bertahan di angka Rp2.992.000 per gram. Harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini juga mengalami penurunan sebesar Rp4.000, sehingga menjadi Rp2.740.000 per gram. Harga buyback […]

  • Rupiah Hari Ini Merosot, Sentimen Pasar Ekuitas Domestik Belum Pulih

    Rupiah Hari Ini Merosot, Sentimen Pasar Ekuitas Domestik Belum Pulih

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026). Rupiah dibuka melemah 52 poin atau 0,31 persen menjadi Rp16.807 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.755 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,18% ke posisi 96,46. Pergerakan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Baht Thailand […]

expand_less