Menkop: Keuangan Syariah dan Sektor Riil Akan Tumbuh Saling Menguatkan
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono
JAMBISNIS.COM – Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keuangan syariah dan sektor riil di Indonesia akan berkembang secara berdampingan dan saling memperkuat.
Hal tersebut disampaikan dalam agenda Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Menurut Ferry, penguatan keuangan syariah tidak bisa dilepaskan dari aktivitas ekonomi riil, seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), industri halal, serta berbagai usaha produktif di masyarakat.
“Keuangan syariah pada hakikatnya akan tumbuh berdampingan dengan aktivitas ekonomi riil, mulai dari UMKM hingga industri halal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah hingga ke tingkat desa. Dalam hal ini, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih diharapkan menjadi pilar utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah nasional.
Saat ini, puluhan ribu koperasi desa telah dibangun lengkap dengan fasilitas fisik seperti gudang, gerai, dan sarana pendukung lainnya. Pemerintah optimistis koperasi tersebut dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan.
Ferry menambahkan, koperasi desa juga akan menjadi wadah pemasaran produk lokal, khususnya dari pelaku UMKM di daerah. Produk-produk tersebut akan diprioritaskan untuk mengisi gerai ritel modern yang dikelola koperasi.
“UMKM tidak perlu khawatir produknya tidak laku. Kami akan prioritaskan masuk ke gerai koperasi desa,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong program kurasi, inkubasi, serta pembiayaan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM. Dengan pendekatan terintegrasi antara literasi, pembiayaan, dan penguatan sektor riil, pemerintah optimistis koperasi desa akan mendorong transformasi masyarakat dari konsumen menjadi produsen.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar