Layanan Bank 9 Jambi Lumpuh, Pesan Berantai Klaim Dana Nasabah Rp5,5 Miliar Terkuras
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Gangguan layanan perbankan Bank Jambi atau Bank 9 Jambi masih berlanjut hingga hari ini. Tidak hanya layanan e-banking yang tak bisa diakses, sejumlah nasabah juga melaporkan kartu ATM mereka tidak dapat digunakan untuk menarik uang. Situasi ini memicu kepanikan, ditandai dengan antrean panjang di sejumlah mesin ATM di Kota Jambi dan sekitarnya.
Di tengah gangguan tersebut, beredar luas pesan berantai di grup WhatsApp dan media sosial Facebook yang menyebutkan adanya dugaan pembobolan rekening nasabah. Salah satu klaim yang ramai diperbincangkan menyebut total kerugian nasabah Bank 9 Jambi telah mencapai Rp5,5 miliar. Informasi tersebut hingga kini masih bersumber dari pesan berantai dan belum diumumkan secara resmi oleh pihak bank maupun aparat berwenang.
Sejak pagi hingga siang hari, sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi dilaporkan ramai-ramai mendatangi mesin ATM untuk memastikan kondisi saldo tabungan mereka. Namun, banyak di antaranya tidak dapat melakukan transaksi penarikan tunai karena mesin ATM tidak berfungsi normal atau kartu tidak terbaca sistem.
Kondisi ini menambah keresahan masyarakat, terlebih karena gangguan layanan terjadi secara bersamaan pada kanal digital dan ATM. Sejumlah nasabah mengaku khawatir lantaran tidak bisa mengakses dana mereka untuk kebutuhan harian.
Dalam pesan-pesan yang beredar, gangguan tersebut dikaitkan dengan dugaan lemahnya sistem keamanan perbankan digital Bank Jambi. Namun, klaim tersebut masih berupa asumsi publik dan belum didukung pernyataan resmi hasil audit atau investigasi teknis.
Pihak Bank Jambi sendiri belum menyampaikan penjelasan detail mengenai penyebab utama gangguan, termasuk soal kebenaran nilai kerugian yang disebut mencapai miliaran rupiah. Manajemen bank sejauh ini meminta masyarakat menunggu informasi resmi dan tidak terpancing isu yang belum terverifikasi.
Direktur Teknologi Informasi Bank Jambi, Nanang, membenarkan adanya gangguan sistem yang berdampak pada tidak dapat diaksesnya layanan e-banking Bank Jambi dan ATM.
“Kami sedang melakukan maintenance dan penelusuran internal, sehingga untuk sementara layanan e-banking an ATM belum bisa diakses,” kata Nanang dalam keterangannya.
Ia menegaskan, langkah penonaktifan sementara layanan digital dilakukan sebagai bagian dari proses pengamanan dan pemeriksaan sistem secara menyeluruh. Menurutnya, bank saat ini memprioritaskan stabilitas sistem dan perlindungan data serta dana nasabah.
Nanang juga menyampaikan bahwa pihak Bank Jambi membuka layanan pengaduan bagi nasabah yang merasa mengalami kejanggalan transaksi, termasuk dugaan kehilangan saldo di rekening.
“Bagi nasabah yang merasa saldo rekeningnya berkurang atau hilang, silakan melapor melalui pusat layanan pengaduan Bank Jambi agar dapat kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Di tengah derasnya informasi yang beredar, Bank Jambi mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan tidak mengambil kesimpulan sebelum proses penanganan internal selesai. Nasabah juga diminta menyimpan bukti transaksi, mutasi rekening, serta segera melapor melalui jalur resmi apabila menemukan kejanggalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lanjutan terkait estimasi waktu pemulihan layanan e-banking dan ATM, maupun klarifikasi resmi mengenai nilai kerugian yang disebut dalam pesan berantai. Publik kini menunggu transparansi dan penjelasan lengkap dari pihak Bank Jambi terkait gangguan sistem ini, sekaligus kepastian keamanan dana nasabah.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar