Komitmen BEI untuk Meningkatkan Kredibilitas Pasar Modal Indonesia
- account_circle Fitri Amalia
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- comment 0 komentar

FOTO/ILUSTRASI
JAMBISNIS.COM – Menindaklanjuti pengumuman yang disampaikan oleh MSCI Inc. (MSCI), pada Rabu (28/01/2026) lalu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI.
Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia dalam rilis menyampaikan, pihaknya memandang masukan yang disampaikan MSCI adalah bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.
“Kami memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor. Sejalan dengan hal tersebut, kami berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI,” ujarnya.
Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal, sesuai dengan praktik terbaik secara global dan ekspektasi pemangku kepentingan global.
Sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026, serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya.
Selanjutnya, BEI bersama SRO dan OJK akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi.
“Melalui koordinasi yang berkesinambungan ini, kami optimistis dapat terus memperkuat daya saing Pasar Modal Indonesia di tingkat global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Pasar Modal nasional,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan MSCI (Morgan Stanley Capital International) mengumumkan bahwa mereka membekukan sementara (freeze/hold) perubahan terkait indeks saham Indonesia termasuk review indeks yang sedianya berlaku Februari 2026.
MSCI mengambil langkah tersebut karena melihat adanya isu transparansi data free float dan investability pasar Indonesia yang masih belum memadai menurut standar global.
Akibatnya IHSG anjlok tajam lebih dari 7% pada perdagangan Rabu (28/01/2026), bahkan sempat trading halt karena tekanan jual signifikan.(*)
- Penulis: Fitri Amalia

Saat ini belum ada komentar