Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Investor Asing Masih Lirik Indonesia

Investor Asing Masih Lirik Indonesia

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia masih terjaga meski dunia tengah diliputi ketidakpastian ekonomi global. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menilai Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang relevan.

Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menyebut bahwa investor asing masih melihat peluang besar di dalam negeri, seiring dengan kondisi fundamental ekonomi yang dinilai cukup kuat.

“Di tengah gejolak global, Indonesia masih dipandang sebagai destinasi investasi yang menarik,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Data realisasi investasi menunjukkan porsi penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I 2026 mencapai 50,1% dari total investasi nasional. Angka tersebut meningkat 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, Shinta mengingatkan bahwa karakter investor saat ini cenderung lebih selektif dan berhati-hati. Faktor risiko global hingga tantangan domestik menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan investasi.

Beberapa daya tarik utama Indonesia antara lain besarnya pasar domestik, posisi strategis dalam rantai pasok global, serta peluang di sektor hilirisasi industri yang terus didorong pemerintah.

Di sisi lain, investor juga menaruh perhatian pada aspek kepastian hukum, efisiensi biaya logistik dan energi, serta kemudahan berusaha di lapangan.

Sementara itu, Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi hilirisasi pada kuartal I 2026 mencapai Rp147,5 triliun, tumbuh 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Investasi, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut kontribusi sektor hilirisasi mencapai 29,6% dari total investasi nasional yang sebesar Rp498,8 triliun.

Dari total tersebut, sektor mineral mendominasi dengan nilai Rp98,3 triliun, disusul hilirisasi perkebunan dan kehutanan sebesar Rp29,8 triliun, serta minyak dan gas bumi Rp17,7 triliun.

Sebagian besar investasi hilirisasi juga tercatat berada di luar Pulau Jawa, mencapai 75,5% atau sekitar Rp111,4 triliun, dengan konsentrasi terbesar di wilayah Sulawesi dan Maluku Utara.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga LPG Nonsubsidi Resmi Naik, Ini Rincian Tarif 5,5 Kg dan 12 Kg per Wilayah

    Harga LPG Nonsubsidi Resmi Naik, Ini Rincian Tarif 5,5 Kg dan 12 Kg per Wilayah

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertamina resmi menyesuaikan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang berlaku mulai 18 April 2026 di seluruh Indonesia. Penyesuaian harga ini dilakukan melalui subholding komersial dan perdagangan, yakni Pertamina Patra Niaga, setelah berkoordinasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan terkait. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, […]

  • Harga Sembako Talang Banjar: Cabai Turun, Rawit Merah Naik 18,75 Persen

    Harga Sembako Talang Banjar: Cabai Turun, Rawit Merah Naik 18,75 Persen

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada 8 Juni 2026. Pergerakan mencolok terjadi pada komoditas cabai. Data menunjukkan, harga cabai merah besar dan cabai merah kecil turun tajam masing-masing sebesar 31,03 persen. Keduanya kini dijual di kisaran Rp40.000 per kilogram. Sebaliknya, cabai rawit merah mengalami […]

  • Terpuruk! Rupiah Bergerak di Zona Merah Akibat Konflik di Timur Tengah

    Terpuruk! Rupiah Bergerak di Zona Merah Akibat Konflik di Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tampaknya belum membaik. Pada perdagangan pagi ini rupiah kembali tertekan dari dolar Amerika Serikat (AS) akibat sentimen konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi serta kekhawatiran penutupan Selat Hormuz membuat rupiah bergerak di zona merah. Berdasarkan data pasar, Jumat (6/3/2026), rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun, Ini Daftar Lengkapnya

    Harga Emas di Pegadaian Turun, Ini Daftar Lengkapnya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas buatan UBS dan Galeri24 kompak turun di Pegadaian pada perdagangan Jumat, (13/3/2026). Produk logam mulia buatan UBS dan Galeri24 itu masing-masing melorot Rp31.000 dan Rp32.000. Kini harga emas UBS menjadi Rp3.082.000 dari sebelumnya dibanderol Rp3.113.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 berubah di angka Rp3.066.000 dari sebelumnya Rp3.098.000 per gram. […]

  • Terungkap, Pedagang Pasar Tanah Abang Dapat Pasokan Air Zamzam dari Jamaah Umrah hingga Importir

    Terungkap, Pedagang Pasar Tanah Abang Dapat Pasokan Air Zamzam dari Jamaah Umrah hingga Importir

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penjualan air Zamzam di Pasar Tanah Abang kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang mengungkapkan jalur distribusi air Zamzam dari Arab Saudi ke Indonesia, di tengah pembatasan ekspor yang diberlakukan pemerintah setempat. Berdasarkan penelusuran di lokasi, air Zamzam yang dijual di pasar tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari jamaah umrah, importir khusus, hingga awak […]

  • Pantauan Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi, Cabai Merah dan Rawit Turun

    Pantauan Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi, Cabai Merah dan Rawit Turun

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Kamis (15/1/2026). Berdasarkan data pembaruan terakhir, mayoritas komoditas pangan tidak mengalami perubahan harga signifikan, sementara beberapa jenis cabai justru mengalami penurunan. Penurunan harga tercatat pada komoditas cabai. Cabai merah besar turun sebesar 16,67 persen menjadi Rp 20.000 per kilogram. […]

expand_less