Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris untuk melancarkan serangan defensif terhadap Iran.

Keputusan ini diambil di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang semakin intens dalam beberapa hari terakhir. Meski London menegaskan tidak terlibat dalam serangan ofensif awal, dukungan terhadap operasi pertahanan sekutu dinilai dapat memperluas dampak konflik secara global.

Dalam pernyataan resminya, Starmer menyebut langkah tersebut sebagai bentuk “pertahanan diri kolektif” untuk melindungi kepentingan Inggris dan sekutunya di kawasan Teluk. Namun ia juga menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi opsi utama untuk meredakan ketegangan.

Langkah Inggris ini muncul setelah Iran meningkatkan respons militernya terhadap target-target yang dianggap berafiliasi dengan Barat. Ketegangan tidak hanya terjadi di wilayah daratan, tetapi juga memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur energi strategis dunia.

Salah satu titik paling krusial adalah Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20–30 persen perdagangan minyak global setiap hari. Jika situasi memburuk dan distribusi energi terganggu, pasar global berpotensi mengalami guncangan besar.

Konflik antara Iran dan AS yang kini turut melibatkan Inggris berisiko mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia. Investor global mencermati potensi gangguan suplai dari kawasan Teluk Persia, yang selama ini menjadi pusat produksi energi utama.

Kenaikan harga minyak mentah dapat berdampak luas, mulai dari inflasi global, tekanan terhadap nilai tukar mata uang negara berkembang, hingga kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Analis energi memperingatkan bahwa jika eskalasi konflik terus berlanjut, pasar bisa mengalami lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat. Situasi ini mengingatkan dunia pada krisis energi sebelumnya yang sempat mengguncang ekonomi global.

Eskalasi konflik Timur Tengah tidak hanya berdampak pada aspek militer, tetapi juga pada stabilitas ekonomi dunia. Negara-negara importir minyak berpotensi menghadapi tekanan fiskal akibat kenaikan biaya energi.

Pasar saham global pun berisiko mengalami volatilitas tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Investor cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS.

Dengan Inggris kini memberi akses pangkalan militer bagi AS, dinamika konflik Iran vs Barat memasuki babak baru yang berpotensi memperluas dampaknya, tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga terhadap harga minyak dunia dan perekonomian global.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kompak Anjlok, Galeri24 dan UBS Sama-sama Turun Rp33.000

    Kompak Anjlok, Galeri24 dan UBS Sama-sama Turun Rp33.000

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas hari ini di Pegadaian mengalami penurunan. Produk Galeri24 dan UBS kompak anjlok. Keduanya mengalami koreksi harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan hari sebelumnya. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (3/2/2026), penurunan harga terjadi merata di hampir semua ukuran berat yang tersedia. Harga emas Galeri24 turun Rp33.000 per gram, dari sebelumnya […]

  • IHSG Sepekan Turun Tajam Sentimen MSCI Tekan

    IHSG Sepekan Turun Tajam Sentimen MSCI Tekan

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan 4,73% pada perdagangan 2–6 Februari 2026, terdorong oleh sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan penurunan peringkat saham serta outlook utang Indonesia. IHSG akhir pekan tercatat di posisi 7.935,26, dengan kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 14.314 triliun. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan, koreksi ini […]

  • Pertamina Drilling Temukan Sumber Migas Baru di Indramayu

    Pertamina Drilling Temukan Sumber Migas Baru di Indramayu

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali mencatatkan capaian penting dalam kegiatan eksplorasi migas nasional. Rig PDSI#15.3/N110-M berhasil menemukan indikasi sumber minyak dan gas (migas) baru melalui pengeboran sumur eksplorasi SAC-001 di wilayah Pertamina EP Zona 7, Indramayu, Jawa Barat. Operasi pengeboran berlangsung sejak 16 Agustus hingga 29 Oktober 2025, dengan kedalaman […]

  • Pemerintah Tata Ulang 45.000 Sumur Rakyat, Perkuat Kemandirian Energi Nasional

    Pemerintah Tata Ulang 45.000 Sumur Rakyat, Perkuat Kemandirian Energi Nasional

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia memperkuat peran rakyat dalam sektor minyak dan gas bumi (migas) dengan menata ulang 45.000 sumur rakyat secara legal dan produktif. Langkah ini bertujuan meningkatkan kemandirian energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi di berbagai daerah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, di mana sumber […]

  • Jangan Tahan Gas di Tanjakan! Begini Cara Aman Berhenti Pakai Mobil Matik Menurut Ahli

    Jangan Tahan Gas di Tanjakan! Begini Cara Aman Berhenti Pakai Mobil Matik Menurut Ahli

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saat berkendara di jalan menanjak, banyak pengemudi mobil transmisi otomatis atau matik masih memilih menahan gas agar mobil tidak mundur. Namun, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan kerusakan serius pada sistem transmisi. Pemilik bengkel Dokter Mobil, Lung Lung, menjelaskan bahwa menahan mobil di tanjakan dengan gas membuat transmisi bekerja ekstra keras. “Kalau mobil matik […]

  • Pertamina Pastikan Merger Tiga Anak Usaha Tanpa PHK Karyawan

    Pertamina Pastikan Merger Tiga Anak Usaha Tanpa PHK Karyawan

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) memastikan proses merger tiga anak usaha, yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) tidak dibarengi pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan jaminan tersebut telah disampaikan langsung kepada karyawan. “Tadi pagi kami sudah […]

expand_less