IHSG Menguat ke Posisi 8.300, Terjaga Sentimen BI Rate Ditahan
- account_circle -
- calendar_month 17 menit yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: IHSG hari ini menghijau di rentang 8.300 – 8.317. IHSG dibuka menguat 26,14 poin atau 0,32 persen ke posisi 8.300,22 pada sesi pertama, Jumat (20/2/2026).(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 26,14 poin atau 0,32 persen ke posisi 8.300,22 pada sesi pertama, Jumat (20/2/2026). IHSG hari ini menghijau di rentang 8.300 – 8.317.
Daya tarik pasar saham tetap terjaga didorong kebijakan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 4,75%.
“IHSG hari ini, diprediksi bervariasi dalam kisaran 8.220- 8.380,” ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih dikutip dari Antara, Jumat.
Dari dalam negeri, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.
BI menyatakan bahwa keputusan mempertahan BI-Rate, sebagai upaya untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dari indeks LQ 45, saham berkapitalisasi besar yang menjadi motor penggerak laju IHSG hari ini adalah saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 5,26% ke level Rp1.800, diikuti saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDK) menguat sebesar 3,97% ke level Rp3.670, saham PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk. (XCEL) turut naik 2,45% ke level Rp2.930.
Penguatan juga terjadi untuk saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) naik 2,10% ke level Rp2.920, kemudian juga saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) naik 2% ke level Rp1.530.
Sebaliknya, penahan laju IHSG hari ini tampak dari saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang turun 2,42% ke level Rp2.420. Kemudian saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) melemah 1,14% ke level Rp1.305.
Pelemahan juga terjadi pada saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) turun 0,97% ke level Rp510. Disusul saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 0,95% ke level Rp2.080. Selanjutnya saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) turun 0,52% ke level Rp9.500, serta saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) turun 0,51% ke level Rp985.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Price Consumer Expenditure (PCE) dan data PDB Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini.
Berdasarkan hasil risalah FOMC The Fed pada pekan ini, beberapa pejabat mempertimbangkan kenaikan untuk menahan inflasi AS yang masih di atas target.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS harus membuat kesepakatan yang berarti dengan Iran, karena Iran merupakan ”hot spot” saat ini.
Seiring dengan itu, Trump menyatakan bahwa dalam 10-15 hari mendatang, akan sangat menentukan apakah AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau tidak terkait dengan program nuklir yang mereka miliki.
Pada perdagangan Kamis (19/02) kemarin, bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,80 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,55 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,93 persen, serta indeks CAC melemah 0,36 persen.
Bursa saham AS di Wall Street juga kompak melemah pada Kamis (19/02), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,54 persen ke 49.395,16, indeks S&P 500 melemah 0,28 persen ke 6.861,89, dan indeks Nasdaq Composite terkoreksi 0,31 persen ke 22.682,73.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 1,29 persen ke 56.726,70, indeks Hang Seng melemah 0,83 persen ke 26.484,12, sedangkan indeks Strait Times menguat 0,09 persen ke 5.005,95.
Sementara itu, indeks Shanghai (China) masih libur memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
- Sumber: Antara


Saat ini belum ada komentar