IHSG Berpeluang Menguat, Cek PANI hingga ENRG
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan seiring sentimen positif dari pasar global
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Sejumlah analis merekomendasikan beberapa saham pilihan yang dinilai menarik dicermati pelaku pasar.
Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,50 persen ke level 8.322,23. Penguatan terjadi di tengah aksi beli investor asing yang tercatat mencapai Rp 1,18 triliun.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan seiring sentimen positif dari pasar global, khususnya penguatan bursa Amerika Serikat.
“Namun, selama belum menembus level 8.450, IHSG masih berpeluang mengalami koreksi,” ujar Fanny.
Ia memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 8.250-8.270 dan resistance 8.380-8.450.
Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai IHSG berpotensi menuju level 8.600 dalam satu hingga dua pekan ke depan, didorong musim laporan keuangan dan sentimen reformasi pasar modal.
Sejumlah saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini antara lain:
- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) – Buy if Break 9.950, target 10.075-10.200, cut loss di bawah 9.850.
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) – Spec Buy area 2.390-2.410, target 2.470-2.530.
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) – Spec Buy area 520-535, target 550-570.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (EMAS) – Buy on Weakness area 8.225-8.300, target 8.400-8.550.
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) – Spec Buy area 1.530-1.545, target 1.570-1.620.
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) – Spec Buy area 4.640-4.720, target 4.800-4.850.
Pada perdagangan sebelumnya, mayoritas sektor menguat. Sektor barang konsumen nonprimer memimpin kenaikan, disusul sektor industri dan kesehatan.
Sentimen positif juga datang dari penguatan Wall Street serta optimisme terhadap data ekonomi global. Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mencermati potensi volatilitas dan melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar