Breaking News
light_mode
Beranda » Otobiz » Honda Kuasai 80 Persen Penjualan Motor Baru di Indonesia Sepanjang 2025

Honda Kuasai 80 Persen Penjualan Motor Baru di Indonesia Sepanjang 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Penjualan sepeda motor baru di Indonesia sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai 5.427.253 unit. Dari total tersebut, Honda mendominasi hampir 80 persen pasar, menjadikannya merek dengan penjualan tertinggi dalam industri roda dua nasional.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan Honda mencetak penjualan sekitar 4,2 juta unit, atau menguasai 77 persen pangsa pasar. Capaian ini menempatkan Honda jauh di atas pesaing lain seperti Yamaha, Kawasaki, Suzuki, dan TVS.

General Manager Corporate Communication Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbuddin, menjelaskan bahwa fokus utama Honda adalah memastikan kebutuhan konsumen terpenuhi.

“Yang penting bagaimana kami bisa terus meningkatkan atau memenuhi kebutuhan konsumen,” ujar Muhibbuddin dalam agenda Honda Bikers Day di Garut, Jawa Barat, Sabtu (15/11).

Menurutnya, segmen skutik masih menjadi penyumbang penjualan terbesar Honda, terutama model Beat, Scoopy, dan Vario Series yang terus mendominasi permintaan pasar.

Muhibbuddin turut bersyukur karena penjualan Honda masih menunjukkan tren positif meski kondisi pasar cukup menantang.

“Artinya dalam kondisi yang challenging ini kami bisa naik tipis itu sudah Alhamdulillah,” katanya.

AISI menargetkan total penjualan motor baru tahun 2025 berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Untuk mengejar target tersebut, industri harus mencatatkan minimal 1 juta unit lagi atau sekitar 500 ribu unit per bulan selama November dan Desember.

Pada Oktober 2025, seluruh anggota AISI membukukan peningkatan penjualan menjadi 590.362 unit, naik dari 567.173 unit pada bulan sebelumnya.

Kinerja ekspor sepeda motor dari Indonesia turut menunjukkan hasil positif. Ekspor unit utuh (CBU) naik dari 43.926 unit pada September menjadi 49.009 unit pada Oktober, dengan total kumulatif mencapai 459.166 unit hingga Oktober 2025. Sementara itu, ekspor dalam bentuk terurai (CKD) juga naik, dari 714.410 unit pada September menjadi 715.873 unit pada Oktober.

 

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saham DADA Resmi Keluar dari Papan Pemantauan Khusus, Melonjak 2.150% Sepanjang Tahun

    Saham DADA Resmi Keluar dari Papan Pemantauan Khusus, Melonjak 2.150% Sepanjang Tahun

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) resmi keluar dari papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA) per Jumat (10/10/2025). Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Teuku Fahmi Ariandar, mengatakan setelah keluar dari FCA, saham DADA kini dipindahkan ke papan pengembangan. “Pemindahan ini dilakukan karena saham DADA […]

  • Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 Januari 2026, Kemenkeu Targetkan Tambahan Penerimaan Rp20 Triliun

    Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 Januari 2026, Kemenkeu Targetkan Tambahan Penerimaan Rp20 Triliun

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan bea keluar (BK) ekspor batu bara akan mulai dipungut pada 1 Januari 2026. Saat ini, aturan pelaksana berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) masih dalam tahap penyusunan dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2025. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, penyusunan PMK tersebut telah sejalan […]

  • Harga Cabe Jelang Pergantian Tahun Naik Hingga 14,29 Persen

    Harga Cabe Jelang Pergantian Tahun Naik Hingga 14,29 Persen

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Kota Jambi terpantau relatif stabil menjelang pergantian tahun. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 31 Desember 2025, sebagian besar harga sembako di Pasar Angso Duo dan Pasar Rakyat Talang Banjar tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai, tercatat mengalami kenaikan harga. Di Pasar […]

  • Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya praktik under invoicing yang dilakukan sejumlah perusahaan dan berpotensi menyebabkan kebocoran penerimaan negara. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam praktik tersebut dan saat ini tengah menghitung potensi kerugian yang ditimbulkan. “Under invoicing kan banyak, kita sudah kejar. Kita sudah deteksi perusahaan-perusahaan yang […]

  • TikTok Bentuk JV Baru, Investor AS Pegang Saham Mayoritasnya

    TikTok Bentuk JV Baru, Investor AS Pegang Saham Mayoritasnya

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – CEO TikTok Shou Zi Chew mengumumkan operasional perusahaan di Amerika Serikat (AS) akan ditempatkan di bawah entitas usaha patungan (joint venture/ JV) baru. Entitas tersebut dinamai TikTok USDS Joint Venture LLC. Berdasarkan memo dikirim oleh Chew seperti dikutip CNBC internasional pada Jumat (19/12/2025), kesepakatan telah ditandatangani dengan tiga investor pengelola yaitu Oracle, Silver […]

  • Menteri PKP Maruarar Sirait Pastikan Ekosistem Perumahan Nasional Tanpa Monopoli

    Menteri PKP Maruarar Sirait Pastikan Ekosistem Perumahan Nasional Tanpa Monopoli

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan ekosistem perumahan nasional saat ini berjalan sehat dan tidak dikuasai oleh satu pihak atau monopoli. Menurut dia, kondisi tersebut terlihat dari adanya kebebasan bagi para pelaku di sektor perumahan, baik pengembang, perbankan, maupun konsumen, untuk menentukan pilihan dalam proses pembiayaan maupun pembangunan rumah. “Ekosistem […]

expand_less