Breaking News
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan mengalami penurunan tajam sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026. Kondisi tersebut membuat peternak rakyat tertekan karena harga jual di kandang kini berada jauh di bawah biaya pokok produksi (HPP).

Peternak dari Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Asep Saepudin, mengatakan harga ayam hidup di kandang saat ini hanya berkisar Rp 16.000–Rp 17.000 per kilogram, khususnya di wilayah Banten dan Jawa Barat. Angka tersebut terus menurun sejak 24 Desember 2025.

Menurut Asep, harga tersebut jauh dari kondisi ideal. Ia menyebut harga normal ayam hidup seharusnya berada di kisaran Rp 23.000 per kilogram, sementara HPP peternak saat ini mencapai Rp 21.500 per kilogram.

“Sekarang harga jauh di bawah HPP. Kalau kondisi ini terus berlangsung, peternak rakyat akan semakin sulit bertahan,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Padahal, pemerintah telah menetapkan harga acuan pembelian ayam hidup di tingkat produsen sebesar Rp 25.000 per kilogram, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024. Sementara harga acuan penjualan di tingkat konsumen ditetapkan Rp 40.000 per kilogram.

Asep menduga penurunan harga ayam hidup salah satunya dipicu berkurangnya penyerapan pasokan akibat libur sekolah, yang berdampak pada terhentinya sementara distribusi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akibatnya, stok ayam di tingkat peternak menjadi berlebih.

Di sisi lain, harga daging ayam di tingkat pengecer masih terpantau relatif tinggi. Kondisi ini, menurut Asep, menunjukkan adanya ketimpangan harga yang berpotensi dimanfaatkan oleh pedagang perantara.

“Di peternak harganya rendah, tapi di pengecer masih tinggi. Ini menandakan ada tekanan pasar, terutama di tingkat broker,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi. Ia membenarkan bahwa harga ayam hidup di kandang pada awal 2026 mengalami penurunan signifikan akibat kelebihan pasokan yang tidak diimbangi permintaan.

Sugeng berharap, seiring kembali berjalannya program MBG setelah libur sekolah, permintaan daging ayam dan telur dapat meningkat sehingga harga ayam hidup di tingkat peternak kembali membaik.

“Dengan MBG kembali beroperasi, diharapkan permintaan naik dan harga bisa menyesuaikan agar peternak tidak terus merugi,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

    Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan kebijakan darurat menyusul krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Krisis energi ini dipicu terganggunya jalur distribusi minyak global di Selat Hormuz, salah satu rute vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Sejumlah negara pun bergerak cepat mengantisipasi […]

  • Mulai 2026, Ditjen Pajak Bisa Akses Data E-Wallet hingga Aset Kripto

    Mulai 2026, Ditjen Pajak Bisa Akses Data E-Wallet hingga Aset Kripto

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperluas basis pengawasan perpajakan di sektor ekonomi digital. Mulai tahun ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) berwenang mengakses data keuangan yang dikelola penyedia jasa pembayaran (PJP), termasuk e-wallet hingga aset kripto. Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 108 Tahun 2025, yang menetapkan PJP baik bank maupun lembaga nonbank sebagai Lembaga […]

  • Danantara Dipastikan Gabung Proyek Smelter Mempawah Fase 2, Nilai Investasi Capai Rp 13,3 Triliun

    Danantara Dipastikan Gabung Proyek Smelter Mempawah Fase 2, Nilai Investasi Capai Rp 13,3 Triliun

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memastikan bahwa Danantara Indonesia akan ikut terlibat dalam proyek pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah Fase 2. Proyek strategis nasional yang menjadi tulang punggung hilirisasi aluminium itu membutuhkan investasi besar, yakni antara USD 700–800 juta atau setara Rp 11,6–13,3 triliun (kurs Rp 16.700 per dolar AS). Direktur […]

  • Mau Beli Emas Galeri24 atau UBS di Pegadaian? Cek Harganya di Sini

    Mau Beli Emas Galeri24 atau UBS di Pegadaian? Cek Harganya di Sini

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual Pegadaian pada Senin (22/12/2025) ini kompak tidak mengalami perubahan pada setiap jenisnya. Hal itu diketahui dari daftar harga emas dua produk buatan UBS dan Galeri24 yang tertera pada laman resmi sahabat Pegadaian. Harga jual emas Galeri24 stabil di angka Rp2.519.000 per gram, tidak berubah dari harga kemarin. Begitu pula […]

  • Ini 8 Kebijakan Pajak Purbaya di 2026, dari PPN hingga Pajak Global

    Ini 8 Kebijakan Pajak Purbaya di 2026, dari PPN hingga Pajak Global

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tahun pajak 2026 menjadi periode penuh pertama bagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mengendalikan kebijakan perpajakan nasional. Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan tarif pajak maupun penambahan jenis pajak baru, meski target penerimaan pajak 2026 dipatok meningkat. Target penerimaan pajak pada 2026 ditetapkan sebesar Rp 2.357,7 triliun atau naik 7,69 persen dibandingkan target […]

  • Dwita Ria Gunadi: Apresiasi Respons Cepat Kementan Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi

    Dwita Ria Gunadi: Apresiasi Respons Cepat Kementan Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi IV DPR RI Dwita Ria Gunadi menyatakan dukungannya terhadap langkah cepat Kementerian Pertanian dalam menjaga stabilitas harga daging sapi di pasaran, menyusul sempat terjadinya gejolak akibat aksi mogok pedagang. Menurut Dwita, kehadiran pemerintah melalui kebijakan yang responsif berhasil meredam potensi gangguan distribusi sekaligus melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan […]

expand_less