Gubernur Bali I Wayan Koster Pastikan Nyepi dan Idulfitri 2026 Tidak Saling Ganggu
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Umat Hindu Bali melaksanakan persembahyangan dalam rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Nyepi di salah satu pura di Bali
JAMBISNIS.COM – Gubernur Bali, I Wayan Koster, memastikan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri tahun 2026 di Bali tidak akan saling mengganggu meskipun waktunya berdekatan. Koster mengatakan, kedua hari besar keagamaan tersebut sebenarnya tidak berlangsung bersamaan. Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026, sementara Idulfitri diperkirakan berlangsung pada 21 Maret 2026.
“Tidak berhimpit sebenarnya. Nyepi pada 19 Maret, kemudian Ngembak Geni tanggal 20 pagi. Sore harinya baru malam takbiran, karena Idulfitri diperkirakan tanggal 21. Jadi tidak beririsan,” ujar Koster dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).
Ia menyinggung adanya narasi di media sosial yang mencoba membenturkan dua perayaan keagamaan tersebut. Menurutnya, narasi tersebut tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Koster menegaskan, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan serta majelis umat beragama di Bali.
Pemerintah Provinsi Bali juga telah menerbitkan surat edaran yang disepakati bersama seluruh majelis umat beragama, termasuk Majelis Ulama Indonesia.
“Semua sudah kami koordinasikan bersama majelis umat beragama, terutama dengan MUI. Jadi semuanya sudah jelas dan tidak ada masalah,” kata dia.
Selain itu, Pemprov Bali juga mendukung pengamanan yang dilakukan Polri melalui Operasi Ketupat menjelang Idulfitri.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, mengatakan Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum perayaan hari besar keagamaan.
“Operasi Ketupat bukan hanya soal lalu lintas atau pengamanan arus mudik dan balik, tetapi juga memastikan negara hadir dalam menjaga momentum sosial masyarakat,” ujar Agus.
Ia menambahkan, pengamanan di Bali akan difokuskan pada sejumlah titik penting, seperti jalur tol, jalan arteri, kawasan wisata, serta pelabuhan penyeberangan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Pelabuhan Gilimanuk yang menghubungkan Bali dengan Jawa melalui penyeberangan Gilimanuk–Ketapang.
Penyesuaian jadwal penyeberangan akan dilakukan agar tetap menghormati pelaksanaan Nyepi sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri. Pemerintah dan aparat keamanan berharap koordinasi yang dilakukan dapat memastikan perayaan kedua hari besar keagamaan tersebut berjalan aman, tertib, dan penuh toleransi di Bali.
- Penulis: syaiful amri






















Saat ini belum ada komentar