Berapa Gaji Pegawai Makan Gizi Gratis di Jambi? Ini Rinciannya
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Persiapan Makanan di Dapur MBG yang akan di distribusikan kesekolah sekolah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah tak hanya menyasar pemenuhan gizi pelajar, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Namun di balik itu, publik mulai penasaran dengan besaran gaji para pekerja di dapur MBG.
Dari penelusuran jambisnis.com, skema pengupahan pegawai dapur MBG ternyata didominasi sistem harian. Artinya, para pekerja hanya menerima bayaran saat dapur beroperasi. Jika tidak bekerja, termasuk saat libur sekolah, maka tidak ada penghasilan yang masuk.
Besaran gaji pun bervariasi tergantung peran masing-masing. Untuk koordinator lapangan di sekolah maupun dapur, upah harian berkisar Rp120 ribu. Pegawai dapur umum berada di kisaran Rp110 ribu per hari.
Sementara itu, posisi juru masak atau chef mendapatkan bayaran lebih tinggi, yakni sekitar Rp200 ribu per hari. Untuk tenaga sopir distribusi makanan, gaji harian berada di rentang Rp120 ribu hingga Rp130 ribu.
Adapun petugas yang menangani omprengan atau pengemasan makanan juga berada di kisaran Rp110 ribu per hari.
Berbeda dengan tenaga dapur lainnya, tenaga ahli gizi yang tergabung sebagai mitra MBG dari Badan Gizi Nasional memperoleh gaji bulanan sekitar Rp3,2 juta.
Salah satu petugas gizi yang berhasil diwawancarai jambisnis.com mengungkapkan bahwa sistem kerja harian ini berdampak langsung pada kestabilan pendapatan pekerja.
“Mayoritas memang dibayar harian. Jadi kalau dapur tidak beroperasi, seperti saat libur sekolah, otomatis tidak ada pemasukan. Mereka benar-benar bergantung pada hari kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika dirata-ratakan dalam satu bulan aktif sekolah, penghasilan pekerja dapur MBG berkisar antara Rp2,8 juta hingga Rp3 juta.
“Kalau dihitung dalam kondisi normal saat sekolah aktif, pendapatan mereka bisa di angka Rp2,8 sampai Rp3 juta per bulan. Tapi begitu libur panjang, ya mereka off di rumah tanpa gaji,” tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun program MBG membuka peluang kerja, masih ada tantangan terkait kepastian pendapatan bagi para pekerjanya. Sistem harian membuat penghasilan tidak tetap, terutama ketika aktivitas dapur berhenti mengikuti kalender akademik sekolah.
- Penulis: say say
