Benda Ini yang Mengganggu Energi Positif di Rumah?
- account_circle -
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Pisau secara terbuka di atas meja dapur dinilai kurang baik dalam feng shui.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Dalam praktiknya, feng shui tidak hanya berbicara soal tata letak furnitur, tapi juga tentang benda-benda yang disimpan di rumah. Sejumlah ahli feng shui menyebut, ada beberapa barang rumah tangga yang tanpa disadari dapat menghambat aliran energi positif dan memicu rasa tidak nyaman.
Dilansir dari Homes and Gardens, berikut ini 7 benda yang sebaiknya dihindari atau ditata ulang agar suasana rumah terasa lebih tenang dan seimbang.
Pisau terbuka di meja dapur
Dapur sering disebut sebagai pusat energi rumah. Namun, meletakkan pisau secara terbuka di atas meja dapur dinilai kurang baik dalam feng shui.
Selain berisiko secara keamanan, benda tajam yang terlihat diyakini dapat menciptakan ketegangan dan rasa waswas.
Ahli feng shui menilai, paparan visual terhadap benda tajam secara terus-menerus dapat memengaruhi rasa aman secara bawah sadar. Karena itu, pisau sebaiknya disimpan rapi di dalam laci atau tempat khusus agar dapur terasa lebih nyaman.
Lilin yang sudah habis atau lama tidak digunakan
Lilin melambangkan cahaya, kehangatan, dan transformasi. Namun, lilin yang sudah habis atau dibiarkan lama tanpa digunakan justru dianggap sebagai simbol energi yang stagnan.
Dalam feng shui, menyimpan benda yang sudah tidak berfungsi dengan baik dapat menghambat masuknya energi baru. Mengganti lilin lama dengan lilin baru atau alternatif seperti diffuser aromaterapi dipercaya dapat membantu menyegarkan suasana rumah.
Meja makan kaca dengan sudut tajam
Meja makan menjadi tempat berkumpul keluarga, sehingga kenyamanan dan kehangatan menjadi faktor penting.
Meja kaca dengan sudut tajam, meski terlihat modern, dinilai kurang ideal dalam feng shui. Sudut tajam dianggap memotong aliran chi dan berpotensi menciptakan rasa tidak stabil.
Meja berbahan kayu dengan sudut membulat dinilai lebih mendukung suasana hangat, aman, dan nyaman saat makan bersama.
Cermin retak atau pecah
Cermin memiliki peran penting dalam feng shui karena mampu memantulkan dan menyebarkan energi. Akan tetapi, cermin yang retak atau pecah justru dipercaya dapat mendistorsi aliran energi dan menimbulkan ketidakseimbangan emosional.
Karena itu, cermin yang rusak sebaiknya segera diganti. Cermin yang bersih, utuh, dan ditempatkan dengan tepat dapat membantu membuat ruangan terasa lebih lapang dan terang.
Perangkat elektronik lama
Perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan, rusak, atau ketinggalan zaman sering kali menumpuk di sudut rumah. Dalam feng shui, barang-barang semacam ini dianggap sebagai simbol energi yang mandek.
Menumpuk barang elektronik lama tidak hanya menciptakan kesan berantakan, tapi juga dapat memengaruhi kenyamanan ruang. Menyortir dan menyingkirkan perangkat yang tidak lagi digunakan dinilai membantu menciptakan aliran energi yang lebih lancar.
Bingkai foto besar di atas kepala tempat tidur
Kamar tidur seharusnya menjadi ruang paling tenang di dalam rumah. Namun, menggantung bingkai foto atau benda berat tepat di atas kepala tempat tidur tidak dianjurkan dalam feng shui.
Posisi tersebut dipercaya dapat menimbulkan rasa tertekan atau tidak aman secara bawah sadar. Sebagai alternatif, hiasan ringan seperti kain dekoratif atau tapestry dianggap lebih aman sekaligus mendukung suasana relaksasi.
Tanaman mati atau layu
Tanaman melambangkan kehidupan dan pertumbuhan. Karena itu, tanaman yang mati atau layu di dalam rumah dinilai dapat melemahkan energi ruangan.
Para ahli feng shui menyarankan untuk rutin merawat tanaman dan segera menggantinya jika sudah tidak sehat. Tanaman hidup yang terawat, seperti bambu keberuntungan atau tanaman giok, sering dikaitkan dengan energi positif dan keseimbangan.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
- Sumber: Kompas

Saat ini belum ada komentar