Bahlil: Cadangan BBM Indonesia Hanya 25 Hari
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kilang Minyak Terbesar di Indonesia
JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini hanya mampu bertahan sekitar 20 hingga 25 hari. Keterbatasan tersebut disebabkan oleh kapasitas penyimpanan energi yang masih terbatas.
Menurut Bahlil, kemampuan daya tampung BBM di Indonesia sejak lama berada pada kisaran maksimal 25 hari. Karena itu, pemerintah menetapkan standar cadangan nasional pada kisaran minimal 20 hingga 23 hari.
“Daya tampung kita memang hanya sekitar 25 hari. Jadi cadangan nasional minimal berada di angka 20 sampai 23 hari,” kata Bahlil di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Bahlil mengatakan masyarakat tidak bisa serta-merta menuntut agar cadangan BBM nasional ditingkatkan hingga 60 hari apabila kapasitas penyimpanan belum memadai.
Ia menegaskan persoalan utama bukan pada ketersediaan minyak, melainkan pada keterbatasan fasilitas penyimpanan.
“Bukan kita tidak punya minyak untuk cadangan, tapi sekarang mau disimpan di mana. Storage kita belum cukup,” ujarnya.
Bahlil mengatakan pemerintah mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan energi nasional. Penambahan fasilitas storage dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global dan potensi gangguan pasokan energi dunia.
Pemerintah menargetkan cadangan BBM nasional dapat meningkat hingga sekitar tiga bulan atau sekitar 90 hari dalam jangka panjang. Jika target tersebut tercapai, Indonesia dinilai akan memiliki ketahanan energi yang jauh lebih kuat dibandingkan kondisi saat ini.
Bahlil menyebut pemerintah sedang mengkaji sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi lokasi pembangunan fasilitas penyimpanan BBM baru. Salah satu wilayah yang dipertimbangkan adalah Pulau Sumatera, yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan infrastruktur energi.
Namun pemerintah masih mematangkan rencana tersebut sebelum pembangunan storage baru direalisasikan. Menurut Bahlil, peningkatan kapasitas penyimpanan energi menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan BBM di dalam negeri.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar