Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Regional » Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendakian Gunung Kerinci Ditutup Mulai 6 Januari 2026

Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendakian Gunung Kerinci Ditutup Mulai 6 Januari 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menutup seluruh aktivitas wisata dan pendakian Gunung Kerinci mulai 6 Januari 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Sumatera tersebut.

Kebijakan penutupan tertuang dalam surat pengumuman bernomor PG.01/T.1/BTK/KSA.04.01/B/10/2026 tertanggal 6 Januari 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas laporan khusus Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait peningkatan kegempaan Gunung Kerinci.

Berdasarkan laporan Badan Geologi Nomor 7/GI.03/BGL/2026 tertanggal 4 Januari 2026, terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal. Saat ini, Gunung Kerinci berada pada Status Level II atau Waspada.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Kerinci BBTNKS, David, mengatakan penutupan dilakukan semata-mata demi keselamatan pengunjung dan masyarakat sekitar.

“Gunung Kerinci berada pada status Level II atau Waspada. Sesuai rekomendasi, masyarakat dan pengunjung tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah,” ujar David, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, potensi bahaya yang dapat ditimbulkan antara lain paparan gas vulkanik berkonsentrasi tinggi serta kemungkinan lontaran material batuan apabila terjadi erupsi.

Selain faktor aktivitas vulkanik, BBTNKS juga mempertimbangkan kondisi lingkungan pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan volume sampah, baik organik maupun plastik, di sepanjang jalur pendakian R10 Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci.

“Setelah libur Nataru, kami menemukan cukup banyak sampah di jalur pendakian. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena Gunung Kerinci merupakan kawasan konservasi yang harus dijaga kelestariannya,” kata David.

BBTNKS mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi kebijakan penutupan tersebut serta terus memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Kerinci.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penulis

    Membaca Luka Lewat Cerita, Bincang Penulis Novel Bengawan Kekasih

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kalian yang belum memiliki agenda, Sabtu (31/1) siang, acara satu ini layak untuk masuk ke agenda kamu. Apalagi kalau kalian ingin melihat Jambi melalui fiksi yang lahir dari penulis Jambi. Sabtu ini, ada acara Bincang Penulis bertema “Bicara Tentang Luka dan Lokalitas Lewat Cerita” bersama penulis Jambi, Meiliana K Tansri. Tempatnya di Paviliun […]

  • Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

    Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Majalah bisnis global Forbes merilis daftar mata uang terlemah di dunia pada April 2026. Dalam laporan tersebut, Rupiah Indonesia tercatat berada di posisi kelima berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat. Penilaian ini mengacu pada kurs per 7 April 2026, dengan Dolar Amerika Serikat sebagai tolok ukur utama. Dalam daftar tersebut, rupiah berada […]

  • Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

    Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengungkapkan angka backlog atau kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia mengalami penurunan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 9.637.157 unit. Angka ini turun dibandingkan hasil Susenas 2023 yang mencapai sekitar 9,9 juta unit. Kepala Divisi Riset […]

  • 9 Minuman Es Segar untuk Buka Puasa, Manis dan Melepas Dahaga

    9 Minuman Es Segar untuk Buka Puasa, Manis dan Melepas Dahaga

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Minuman es selalu menjadi pilihan favorit saat waktu berbuka puasa tiba. Sensasi manis dan segarnya mampu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga selama Ramadan. Beragam minuman es tradisional dari berbagai daerah di Indonesia pun kerap hadir sebagai menu takjil. Mulai dari berbahan santan dan gula merah hingga perpaduan buah segar dan […]

  • Tidak Loyo Lagi, Rupiah Menguat ke Rp 16.584 per Dolar AS

    Tidak Loyo Lagi, Rupiah Menguat ke Rp 16.584 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak loyo lagi. Rupiah pada perdagangan Rabu (15/10/2025) ini, dibuka menguat sebesar 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.584 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.603 per dolar AS. Penguatan itu terjadi di tengah kekhawatiran berlanjutnya ketegangan dagang antara AS dan China. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas […]

  • Kerugian Banjir Sumatra Tembus Rp 68,6 Triliun, Kerusakan Diduga Dipicu Sawit dan Tambang

    Kerugian Banjir Sumatra Tembus Rp 68,6 Triliun, Kerusakan Diduga Dipicu Sawit dan Tambang

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November 2025 kembali menegaskan rentannya kawasan tersebut terhadap kerusakan ekologis. Analisis terbaru Center of Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan, kerugian ekonomi akibat bencana mencapai jauh di atas penerimaan daerah dari sektor pertambangan dan perkebunan sawit yang selama ini mendorong alih fungsi lahan. Celios […]

expand_less