Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 7 Nov 2025
- comment 0 komentar

Para kepala negara anggota APEC, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto (sembilan kanan), berfoto bersama saat sesi penutupan KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Minggu (1/11/2025). ANTARA/Xinhua/Yao Dawei/aa.
JAMBISNIS.COM – Kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi global. Meski menghadapi tantangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, para ekonom optimistis kawasan ini masih memiliki potensi kuat untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Christina Ruth Elisabeth, mengatakan keberhasilan Asia-Pasifik dalam tiga dekade terakhir berasal dari kombinasi liberalisasi perdagangan, integrasi rantai pasokan, dan kemajuan teknologi.
“Selama tiga dekade terakhir, Asia-Pasifik memainkan peran penting sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya dalam wawancara dengan Xinhua, dikutip Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, perekonomian Indonesia termasuk salah satu yang tetap tangguh di tengah tekanan global. Hal ini didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, inflasi yang stabil, serta munculnya peluang baru di sektor digital dan industri hijau.
Namun, Elisabeth juga menyoroti sejumlah tantangan yang perlu dihadapi negara-negara di kawasan ini, seperti peningkatan investasi berkualitas tinggi, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan risiko eksternal akibat ketidakpastian global.
Secara umum, pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik mulai melambat karena kenaikan suku bunga global, kebijakan proteksionis, dan ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasokan internasional. Selain itu, beberapa negara juga menghadapi populasi yang menua dan pertumbuhan produktivitas yang stagnan.
Meski demikian, Elisabeth menilai masih ada alasan kuat untuk optimisme.
“Asia-Pasifik masih memiliki potensi besar untuk pertumbuhan jangka panjang. Kuncinya ada pada kerja sama regional yang lebih kuat, terutama dalam perdagangan digital, energi terbarukan, dan inovasi berkelanjutan,” jelasnya.
Tahun ini, tema kerja sama APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) adalah “Membangun Masa Depan Berkelanjutan: Berkolaborasi, Berinovasi, dan Berkembang”, yang dianggap sangat relevan di tengah tren deglobalisasi dan proteksionisme.
Sebagai contoh kerja sama regional yang berhasil, Elisabeth menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung hasil kolaborasi Indonesia dan China. Proyek ini disebut mampu memodernisasi infrastruktur, meningkatkan mobilitas, dan menunjukkan kemampuan Indonesia dalam adopsi teknologi baru.
Menjelang APEC 2026 di Beijing, ia berharap China dapat terus memperkuat peran strategisnya dalam kawasan dengan memperluas integrasi digital, memperkuat rantai pasokan, dan mendorong kerja sama energi bersih.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar