Jumat, 7 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga CPO dan Kakao Naik US$ 1.049,58 per Metrik Ton

Harga CPO dan Kakao Naik US$ 1.049,58 per Metrik Ton

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menetapkan kenaikan harga referensi (HR) untuk komoditas minyak kelapa sawit atau CPO serta harga patokan ekspor (HPE) biji kakao pada periode Mei 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, mengatakan bahwa HR CPO pada Mei 2026 ditetapkan sebesar US$ 1.049,58 per metrik ton (MT). Angka ini meningkat 6,06 persen dibandingkan periode April 2026 yang sebesar US$ 989,63 per MT.

“Pemerintah mengenakan bea keluar (BK) CPO sebesar US$ 178 per MT dan pungutan ekspor (PE) sebesar 12,5 persen dari HR CPO, yakni US$ 131,19 per MT,” ujar Tommy dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).

Penetapan HR tersebut dihitung berdasarkan rata-rata harga dalam periode 20 Maret hingga 19 April 2026 dari beberapa bursa, yakni Bursa CPO Indonesia sebesar US$ 955,79 per MT, Bursa Malaysia sebesar US$ 1.143,37 per MT, serta harga di Rotterdam sebesar US$ 1.475,07 per MT.

Menurut Tommy, kenaikan harga referensi CPO dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan global yang tidak diimbangi produksi. Selain itu, faktor musiman seperti libur Idulfitri serta kenaikan harga minyak mentah akibat dinamika geopolitik turut mendorong harga naik.

Selain CPO, pemerintah juga menetapkan kenaikan harga referensi dan HPE untuk komoditas biji kakao. HR biji kakao pada Mei 2026 tercatat sebesar US$ 3.268,68 per MT, naik 2,45 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sejalan dengan itu, HPE biji kakao juga meningkat menjadi US$ 2.963 per MT atau naik 2,66 persen dari bulan sebelumnya.

Tommy menjelaskan, kenaikan harga kakao dipicu oleh meningkatnya permintaan global di tengah kekhawatiran akan terbatasnya pasokan. Kondisi tersebut membuat harga di pasar internasional cenderung menguat.

Di sisi lain, pemerintah tidak melakukan perubahan terhadap HPE untuk komoditas pertanian dan kehutanan lainnya, seperti produk kulit, kayu, dan getah pinus.

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1028 Tahun 2026 dan Nomor 1029 Tahun 2026 yang mengatur harga referensi serta harga patokan ekspor untuk komoditas yang dikenakan bea keluar.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Antam Terkapar! Harga Turun Tajam, Kini Tembus Rp2,67 Juta per Gram

    Emas Antam Terkapar! Harga Turun Tajam, Kini Tembus Rp2,67 Juta per Gram

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali menyusut tajam pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Logam mulia ini turun cukup dalam sebesar Rp30.000. Mengutip dari laman Logam Mulia, emas Antam hari ini berada di level Rp2.673.000 per gram. Nilai itu turun dari posisi sebelumnya Rp2.703.000 per gram. Penurunan ini menjadi sinyal tekanan yang masih membayangi pasar emas […]

  • Limbah Kopi hingga Daun Nanas Jambi Tembus Pasar Global

    Limbah Kopi hingga Daun Nanas Jambi Tembus Pasar Global

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Limbah pertanian yang selama ini dipandang tak bernilai di Provinsi Jambi kini justru menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar global. Kulit kopi, daun nanas, hingga sabut kelapa berhasil diolah menjadi produk premium yang diminati pasar internasional. Di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, kulit kopi atau cascara yang sebelumnya terbuang kini diolah menjadi minuman […]

  • Harga Plastik Melonjak 80%, Pemerintah Cari Solusi Selamatkan UMKM

    Harga Plastik Melonjak 80%, Pemerintah Cari Solusi Selamatkan UMKM

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan langkah mitigasi menyusul lonjakan harga plastik di dalam negeri yang mencapai 30 hingga 80 persen. Kenaikan ini dinilai berdampak langsung terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai keluhan […]

  • OJK Play Button

    OJK Jambi: Industri Keuangan Daerah Tumbuh Stabil, Pasar Modal Naik 64 Persen

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi (OJK Jambi) mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Jambi stabil dan tumbuh positif pada Agustus 2025. Kinerja Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Jambi didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, kepercayaan konsumen yang membaik, serta inovasi di berbagai segmen industri jasa keuangan. Pertumbuhan positif di sektor perbankan ditopang oleh […]

  • Investasi Properti Asia Pasifik Tembus Rp517 Triliun, Indonesia Andalkan Sektor Manufaktur

    Investasi Properti Asia Pasifik Tembus Rp517 Triliun, Indonesia Andalkan Sektor Manufaktur

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Aktivitas investasi properti di kawasan Asia Pasifik menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan Jones Lang LaSalle (JLL), nilai investasi properti komersial atau commercial real estate (CRE) di kawasan tersebut tumbuh 15% secara tahunan (YoY) pada kuartal II/2025, mencapai US$31,2 miliar atau sekitar Rp517,68 triliun. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Asia Pasifik […]

  • Update Kurs Rupiah Pagi Ini, Melemah Lagi Dekati Rp18.000

    Update Kurs Rupiah Pagi Ini, Melemah Lagi Dekati Rp18.000

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Kamis (18/6/2026). Mata uang Indonesia melemah cukup tajam seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, kurs rupiah melemah 94 poin atau 0,53 persen menjadi Rp17.856 per dolar AS. Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan sebelumnya di level […]

expand_less